
Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Wakil Presiden Ke-6 RI Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
Try Sutrisno yang menjabat sebagai Wakil Presiden Ke-6 pada masa pemerintahan Presiden Ke-2 Soeharto meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat pada Senin pagi dalam usia 90 tahun.
“Berkaitan dengan informasi berpulangnya Wakil Presiden Ke-6 Bapak Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, tentunya kita merasakan dukacita yang sangat mendalam. Beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah mengabdikan diri, mendarmabaktikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara,” ujar Prasetyo Hadi.
Ajakan Doa dan Keteladanan
Prasetyo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Mari kita panjatkan doa supaya Beliau diampuni segala dosa dan kesalahan, diterima segala amal perbuatan dan apalagi Beliau dipanggil menghadap Allah SWT pada bulan yang suci, bulan Ramadhan,” katanya.
Ia juga mengingatkan generasi muda untuk meneladani pengabdian dan darma bakti yang telah dicontohkan Try Sutrisno.
“Marilah kita generasi muda, generasi penerus untuk meneladani apa yang sudah Beliau contohkan kepada kita di dalam memberikan darma bakti terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Koordinasi Pemulasaraan dan Upacara Militer
Pada tahun-tahun terakhir sebelum wafat, Try Sutrisno masih aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan.
Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk masa jabatan 2022–2027.
Ia juga rutin menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus di Istana Merdeka, Sidang Tahunan MPR, serta upacara peringatan HUT TNI setiap 5 Oktober.
Informasi terbaru menyebutkan jenazah dimandikan di RSPAD dan setelah prosesi pemulasaraan selesai akan dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Prasetyo memastikan Kementerian Sekretariat Negara berkoordinasi dengan RSPAD dan Komando Garnisun Tetap I Jakarta untuk memberikan perhatian terbaik, termasuk proses pemulasaraan dan pemakaman dengan upacara militer.
“Saya sudah minta RSPAD, Garnisun, Setneg, untuk memberikan atensi terbaik,” tegasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







