Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Sinergi Antarinstansi Topang Layanan Kepabeanan, Masyarakat Jadi Penerima Manfaat Utama

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sinergi Antarinstansi Topang Layanan Kepabeanan, Masyarakat Jadi Penerima Manfaat Utama
Foto: (Sumber : Jakarta, 02-03-2026 - Tantangan arus barang dan penumpang yang kian dinamis menuntut pelayanan kepabeanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terintegrasi.)

Pantau - Jakarta, 02-03-2026 - Tantangan arus barang dan penumpang yang kian dinamis menuntut pelayanan kepabeanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terintegrasi. Tanpa koordinasi yang solid antarinstansi, potensi hambatan layanan, tumpang tindih kewenangan, hingga ketidakpastian prosedur dapat berdampak langsung pada masyarakat dan pelaku usaha. Karena itu, sinergi menjadi kebutuhan mendesak dalam mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi kepabeanan dan cukai.

Di Sorong, Papua Barat Daya, kolaborasi lintas instansi tampak saat penerbangan langsung internasional dari Darwin mendarat di Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Jumat (28/02). Kedatangan private flight maskapai Garuda Indonesia dengan 122 penumpang tersebut menjadi momentum penguatan layanan terpadu. Bea Cukai Sorong bersama Kanwil Khusus Papua bersinergi dengan unsur Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ), Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemda Kota Sorong, Otoritas Bandara, serta aparat penegak hukum.

Kepala Kantor Bea Cukai Sorong, Dwi Suhartanto, menegaskan pentingnya pelayanan prima di bandara internasional. “Pelayanan prima menjadi komitmen kami untuk memberikan first impression yang baik bagi setiap pengguna jasa. Dengan konektivitas yang semakin luas, diharapkan akan muncul multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, hingga transportasi,” ujarnya.

Proses pemeriksaan berbasis manajemen risiko memastikan pengawasan tetap optimal tanpa menghambat arus kedatangan. Dampaknya tidak hanya dirasakan wisatawan yang menuju Raja Ampat, tetapi juga pelaku usaha lokal yang menggantungkan harapan pada peningkatan kunjungan mancanegara.

Penguatan koordinasi juga dilakukan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Pada Senin (24/02), Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Iwan Setyaboedhi melakukan kunjungan kerja ke PT Angkasa Pura I guna mempererat hubungan kelembagaan dan membahas sinergi pelaksanaan tugas di area bandara. Kedua pihak menegaskan komitmen meningkatkan komunikasi dan kolaborasi untuk menciptakan sistem pelayanan yang efektif, responsif, dan terintegrasi.

Koordinasi yang solid dinilai menjadi kunci menjaga kelancaran arus penumpang dan barang, sekaligus memastikan pengawasan berjalan profesional dan akuntabel. Bagi masyarakat, sinergi ini berarti waktu tunggu yang lebih efisien, prosedur yang jelas, dan kepastian layanan di salah satu gerbang utama perekonomian nasional.

Sementara itu di Yogyakarta, pendekatan kolaboratif diwujudkan dalam pelayanan calon jamaah haji. Bea Cukai Yogyakarta bersama Kementerian Haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar sosialisasi dan simulasi keberangkatan haji pada 4-6 Februari 2026 di Gunungkidul dan Kulon Progo, serta podcast edukatif bertema “Serba-Serbi Haji dari Perspektif Bea Cukai”.

Melalui kegiatan ini, calon jamaah dibekali pemahaman tentang ketentuan barang bawaan, prosedur kepabeanan, hingga aturan barang larangan dan pembatasan. Simulasi alur keberangkatan membantu meminimalkan kesalahan administratif maupun teknis saat hari H. Kolaborasi ini ditegaskan sebagai komitmen menghadirkan layanan yang responsif dan edukatif agar jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk tanpa terkendala persoalan kepabeanan.

Rangkaian kegiatan di tiga daerah tersebut menunjukkan bahwa sinergi antarinstansi dapat menghadirkan manfaat nyata, seperti memperlancar konektivitas, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan kepastian dan kenyamanan layanan bagi masyarakat luas.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf