
Pantau - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menggunakan produk pangan olahan atau ultra-processed food dalam penyediaan makanan program Makan Bergizi Gratis saat meninjau dapur SPPG Celuk II di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (2/3/2026) pukul 10.39 WITA.
Ia menegaskan, “UPF tidak boleh diberikan kepada balita non-PAUD (pendidikan anak usia dini), ibu hamil dan ibu menyusui dan itu kami tekankan kepada SPPG,” ungkapnya saat melakukan peninjauan.
Menurutnya, pelarangan penggunaan pangan olahan dilakukan karena produk tersebut telah melalui banyak proses industri sehingga dinilai kurang tepat untuk pemenuhan gizi program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang disebut sebagai kelompok 3B.
Pemerintah mengharapkan kebutuhan gizi kelompok tersebut dipenuhi dari bahan pangan segar agar kualitas asupan tetap terjaga.
Pastikan Menu Bergizi dan Produksi Ribuan Porsi per Hari
Dalam kunjungan tersebut, Isyana juga memastikan menu bagi sasaran lain seperti pelajar tetap memenuhi kebutuhan gizi dengan kandungan protein dari daging ayam serta dilengkapi buah dan sayur.
Kepala SPPG Celuk II I Gusti Agung Alit Mustika Dwipayana menyampaikan pihaknya setiap hari memproduksi 2.719 porsi makanan yang dikerjakan oleh 43 karyawan.
Ia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis dijalankan menggunakan bahan pangan alami dan tidak menggunakan ultra-processed food.
Ia menjelaskan, “Kami salurkan kepada dua TK, dua SD, dua SMK dan kepada Posyandu Banjar Celuk,” terkait distribusi makanan bergizi gratis tersebut.
Penerima Manfaat Rasakan Dampak Program
Salah satu penerima Makan Bergizi Gratis kategori ibu hamil adalah I Gusti Indah Widiari, warga Banjar Pagutan Kaja, Batubulan, Sukawati, Gianyar, yang berusia 31 tahun dan tengah mengandung anak keempat dengan usia kehamilan memasuki trimester kedua.
Sejak awal Januari 2026, ia menerima jatah Makan Bergizi Gratis sebanyak dua kali setiap minggu dengan menu bervariasi mulai dari buah, jajanan, hingga lauk pauk.
Ia menyampaikan apresiasi, “Terima kasih kepada pemerintah yang memberi MBG kepada ibu hamil semoga selalu bermanfaat karena ini meringankan,” ujarnya saat menerima kunjungan Wakil Menteri.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri tidak hanya meninjau dapur SPPG, tetapi juga memantau penyaluran Makan Bergizi Gratis bagi balita dan ibu menyusui di Kabupaten Gianyar, Bali.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








