Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kaops Ungkap Tim Gabungan Amankan 561 Butir Amunisi Milik KKB Aibon Kogoya di Nabire

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kaops Ungkap Tim Gabungan Amankan 561 Butir Amunisi Milik KKB Aibon Kogoya di Nabire
Foto: Ratusan amunisi dan uang Rp 79 juta diamankan dari markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aibon Kogoya di Nabire, Minggu 1/3/2026 (sumber: Satgas Damai Cartenz)

Pantau - Tim gabungan TNI/Polri mengamankan 561 butir amunisi dan uang tunai Rp79,9 juta dari markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Nabire, Papua Tengah, setelah terjadi kontak tembak pada Minggu 1 Maret 2026.

Berita ini terbit pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 12.59 WIB dengan waktu baca 2 menit.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigadir Jenderal Polisi Faizal Rahmadani mengatakan tim gabungan yang terdiri atas Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil menguasai markas KKB tersebut usai baku tembak.

"Setelah kontak tembak yang terjadi Minggu (1/3), tim gabungan TNI/Polri berhasil menguasai markas KKB pimpinan Aibon Kogoya dan mengamankan sejumlah barang bukti," kata Faizal dihubungi dari Jayapura, Senin.

Kontak Tembak dan Penguasaan Markas

Faizal menjelaskan upaya penegakan hukum terhadap daftar pencarian orang yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya dilakukan pada Minggu malam 1 Maret 2026 sekitar pukul 22.40 WIT.

Ia menyebutkan saat kontak tembak terjadi, kelompok tersebut terdesak dan meninggalkan markas sehingga aparat dapat mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek.

Selain amunisi, aparat juga menyita 10 magazin jenis SS1 serta satu senjata api jenis AK-101 dari lokasi tersebut.

Barang Bukti dan Dugaan Keterkaitan Kasus

"Selain itu, diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky, serta uang tunai sebesar Rp79.900.000," kata Faizal.

Ia menambahkan dari 12 unit telepon genggam yang diamankan, dua unit diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya, yakni anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat penyerangan tahun lalu serta karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire.

"Upaya penegakan hukum akan terus dilakukan guna memberikan rasa aman ke masyarakat," kata Faizal.

Penulis :
Arian Mesa