
Pantau - Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penyesuaian jadwal terhadap 39 penerbangan rute Timur Tengah pada Senin, 2 Maret 2026, sebagai tindak lanjut perkembangan situasi operasional akibat konflik di wilayah tersebut.
Ilustrasi memperlihatkan aktivitas calon penumpang di area keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang melakukan penyesuaian jadwal pemberangkatan dan kedatangan penerbangan yang sebelumnya mengalami penundaan.
Pejabat pengganti sementara Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, menyampaikan pembaruan data hingga pukul 10.00 waktu lokal.
Ia mengungkapkan, "Menindaklanjuti perkembangan operasional penerbangan rute Timur Tengah, kami sampaikan berdasarkan data izin rute yang diterbitkan oleh otoritas terkait dan pembaruan hingga pukul 10.00 LT."
Rincian Penerbangan dan Jadwal Terdampak
Sebanyak 39 penerbangan rute Timur Tengah terjadwal yang terdiri atas 20 penerbangan kedatangan dan 19 penerbangan keberangkatan.
Dari total tersebut, 38 merupakan penerbangan reguler dan satu penerbangan carter.
Penyesuaian jadwal meliputi tiga penerbangan tujuan Abu Dhabi, delapan penerbangan tujuan Doha, empat penerbangan tujuan Dubai, dua penerbangan tujuan Istanbul, 17 penerbangan tujuan Jeddah, serta tiga penerbangan tujuan Madinah.
Hingga saat ini tercatat satu penerbangan telah berangkat yakni Saudi Airlines SV827 menuju Jeddah.
Tiga penerbangan dilaporkan telah mendarat yaitu Lion Air JT115 dari Jeddah, Saudia Airlines SV816 dari Jeddah, dan Garuda Indonesia GA969 dari Madinah.
Koordinasi dan Imbauan kepada Penumpang
Aziz menegaskan, "Secara umum, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, tertib dan kondusif."
Penanganan terhadap penumpang terdampak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku melalui koordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait.
Maskapai penerbangan melakukan pembaruan jadwal serta penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara.
Koordinasi juga dilakukan bersama AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak konflik.
Aparatur keamanan dilibatkan untuk mengantisipasi dan memastikan situasi keamanan bandara tetap terjaga.
Ia mengimbau, “Kami mengimbau para calon penumpang untuk senantiasa memantau informasi terbaru melalui kanal resmi masing-masing maskapai dan memastikan kembali status penerbangan sebelum menuju bandara.”
- Penulis :
- Arian Mesa








