
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah menggodok Surat Edaran Menteri terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru di wilayah pascabencana khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna meminimalisasi potensi murid putus sekolah.
Perwakilan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana Kemendikdasmen Jamjam Muzaki menyatakan, “Mungkin nanti akan ada beberapa penyesuaian kebijakan. Kami sedang menggodok Surat Edaran Menteri juga terkait penerimaan peserta didik terdampak bencana,” kata Jamjam dalam acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Selasa.
Ia menerangkan pada tahun ajaran baru di wilayah bencana tidak menutup kemungkinan ada orang tua yang memindahkan anaknya ke sekolah baru termasuk perpindahan kelas hingga jenjang baru.
Jamjam mengatakan, “Nah itu juga kita atur jadi diberikan kemudahan untuk melakukan mutasi, untuk melakukan kepindahan termasuk bagaimana mekanisme penerimaan sekolah terdampak bencana, termasuk nanti SPMB-nya,” imbuhnya.
Penyesuaian Daya Tampung dan Monitoring
Kebijakan daya tampung pada SPMB di wilayah terdampak bencana dapat mengikuti daya tampung tahun sebelumnya karena terdapat sekolah yang ruang kelasnya masih layak pakai namun kekurangan jumlah rombongan belajar.
Jamjam menambahkan proses pembelajaran pada tahun pertama pascabencana akan berbeda karena ada murid yang belajar di bangunan baru sementara sebagian lainnya masih menjalani pembelajaran di sekolah darurat.
Surat Edaran Menteri tersebut juga bertujuan meminimalisasi potensi drop out bagi anak-anak yang enggan melanjutkan sekolah akibat dampak bencana.
Jamjam menyampaikan, “Jadi kami juga sedang melakukan monitoring terkait dengan kehadiran siswa dan guru di sekolah, terutama mungkin yang saat ini mereka harus relokasi atau pindah,” kata Jamjam.
Pendampingan Pembelajaran Pascabencana
Selain SPMB, Kemendikdasmen telah memiliki Surat Edaran Menteri terkait pembelajaran pascabencana.
Tim Pusat Kurikulum Pembelajaran Kemendikdasmen saat ini berada di lapangan untuk melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah terkait model pembelajaran di sekolah darurat.
Jamjam menjelaskan, “Jadi kalau yang pembelajarannya kan secara umum bagaimana proses pembelajaran di tenda, kemudian kalau menumpang juga sedang disusun untuk pemulihan kondisi psikososial dan juga peningkatan kapasitas guru di daerah terdampak bencana,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







