
Pantau - Try Sutrisno wafat pada usia 90 tahun lebih empat bulan pada Senin 2 Maret 2026 pagi di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat Jakarta dan dikenang sebagai sosok yang menjaga marwah bulu tangkis Indonesia dengan senyap.
Obituari karya Dadan Ramdani itu mencatat publik mengenangnya sebagai prajurit, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, dan negarawan yang melewati berbagai fase sejarah Indonesia modern.
Ia dikenal sebagai sosok yang tidak mencari sorotan dan menjalani hidup dalam ketenangan.
Di balik peran militer dan pemerintahan, Try Sutrisno memiliki jejak penting dalam perjalanan bulu tangkis Indonesia yang berlangsung jauh dari sorotan namun berdampak panjang.
Fondasi Kejayaan di Era 1985-1993
Pada 1985, Try Sutrisno dipercaya memimpin Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia dan menjabat hingga 1993.
Di bawah kepemimpinannya, pembinaan atlet diperkuat secara sistematis dan Pelatnas Cipayung berkembang menjadi pusat latihan nasional yang melahirkan generasi emas bulu tangkis Indonesia.
Puncak kejayaan terjadi pada Olimpiade Barcelona 1992 ketika Indonesia meraih emas pertama di ajang Olimpiade melalui cabang bulu tangkis dan lagu "Indonesia Raya" untuk pertama kalinya berkumandang.
Susi Susanti merebut emas tunggal putri dan Alan Budikusuma meraih emas tunggal putra dalam momen yang menjadi pengalaman emosional kolektif serta simbol kebanggaan nasional.
Prestasi tersebut dilengkapi medali perak dari Ardy Wiranata serta pasangan Eddy Hartono dan Rudy Gunawan serta medali perunggu dari Hermawan Susanto.
Warisan Prestasi dan Keteladanan
Selama kepemimpinannya, tim nasional menjadi runner-up Piala Thomas pada 1986 dan 1992 serta mencatat capaian serupa di Piala Uber.
Susi Susanti menjuarai All England pada 1990 dan 1991, Ardy Wiranata meraih gelar All England 1991, serta pasangan Rudy Gunawan dan Eddy Hartono menjuarai All England 1992.
Generasi emas bulu tangkis lahir pada era tersebut dan menjadikan cabang olahraga ini sebagai simbol optimisme nasional.
Try Sutrisno dikenang sebagai sosok yang memungkinkan kemenangan terjadi dan menjaga marwah bulu tangkis Indonesia dengan tenang tanpa mencari panggung bagi dirinya sendiri.
- Penulis :
- Aditya Yohan







