
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengelompokkan komoditas pangan strategis untuk menentukan prioritas kebijakan sekaligus mengendalikan potensi lonjakan harga yang berpengaruh terhadap inflasi daerah.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Suharini Eliawati menyampaikan, “Kami membagi pangan strategis, kemudian pengaruhnya terhadap inflasi, dan yang tidak kalah pentingnya untuk Jakarta, bagaimana ketersediaan Jakarta terhadap impor,”.
Dengan pemetaan yang jelas, Pemprov DKI dapat lebih fokus menjaga pasokan pangan.
DPRD Minta Pendampingan Kelompok Tani Diperkuat
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menekankan pangan harus menjadi perhatian utama di tengah peningkatan tantangan global yang berpotensi memicu gejolak harga dan gangguan pasokan.
Ia meminta Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta semakin aktif melakukan pendampingan kepada warga khususnya kelompok tani agar mampu mengembangkan sumber pangan secara mandiri.
Penguatan kapasitas masyarakat melalui kelompok tani dinilai sebagai langkah strategis membangun sistem pangan berbasis komunitas.
Nova menyatakan, “Misalnya, mungkin ada resesi, ada segala macam, kita sudah aman,".
Ketahanan pangan disebut tidak hanya berkaitan dengan produksi tetapi juga stabilitas harga, distribusi, serta daya beli masyarakat.
Perumusan kebijakan dalam Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2027 diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut secara komprehensif.
- Penulis :
- Aditya Yohan







