Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ekspor 18.000 Ton Cangkang Sawit ke Jepang Sumbang Devisa USD1,98 Juta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekspor 18.000 Ton Cangkang Sawit ke Jepang Sumbang Devisa USD1,98 Juta
Foto: (Sumber : Pekanbaru, 03-03-2026 - PT Ekasapta Paramita Energi sukses ekspor 18.000 ton Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang sawit ke Jepang, pada Rabu (25/02).)

Pantau - Pekanbaru, 03-03-2026 - PT Ekasapta Paramita Energi sukses ekspor 18.000 ton Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang sawit ke Jepang, pada Rabu (25/02). Komoditas biomassa tersebut diberangkatkan melalui Pelabuhan Siak Sri Indrapura, Riau dengan total nilai devisa ekspor mencapai USD1.980.000.

Keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari dukungan sistem layanan kepabeanan yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Dalam ekspor tersebut, Bea Cukai Pekanbaru turut memastikan bahwa layanan kepabeanan berjalan cepat, tepat, dan akuntabel. Penelitian dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB), verifikasi persyaratan, hingga penerbitan persetujuan ekspor dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga arus barang tetap lancar tanpa mengabaikan aspek kepatuhan.

Kepatuhan dalam setiap tahapan tersebut sekaligus memastikan kewajiban negara terpenuhi secara optimal. "Dari kegiatan ekspor cangkang sawit ini, tercatat penerimaan negara dari bea keluar sebesar sekitar Rp2,1 miliar. Penerimaan ini menjadi kontribusi nyata terhadap kas negara, sekaligus mencerminkan efektivitas pengawasan dan kepatuhan di bidang kepabeanan," ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru, Benny Wismo Noegroho.

Diketahui, permintaan Jepang terhadap cangkang sawit terus meningkat seiring komitmen negara tersebut dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Cangkang sawit dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Momentum ini menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha di Riau untuk memperluas akses pasar global sekaligus meningkatkan nilai tambah produk turunan sawit.

"Bea Cukai Pekanbaru berkomitmen untuk menyeimbangkan fungsi pelayanan dan pengawasan dengan optimalisasi penerimaan negara. Ke depan, sinergi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar potensi ekspor daerah semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Benny.

Penulis :
Aditya Yohan