
Pantau - Badan Pangan Nasional memastikan penyaluran bantuan beras dan minyak goreng kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat diupayakan tuntas sebelum Lebaran Idul Fitri 2026 guna menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas pasokan dan harga pangan pokok.
Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy saat dikonfirmasi di sela kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menegaskan, "Dipastikan sebelum Lebaran Idul Fitri 2026 sudah terdistribusi," ungkapnya.
Sarwo menjelaskan anggaran bantuan pangan telah dicairkan oleh Kementerian Keuangan sehingga proses penyaluran kini memasuki tahap persiapan teknis dan konsolidasi data penerima manfaat.
Secara administratif jumlah 33,2 juta KPM telah ditetapkan, namun pemerintah tetap melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan para penerima masih memenuhi kriteria sebagai keluarga miskin atau rentan.
Ia menyatakan, "Konsolidasi data dulu. Yang 33,2 juta KPM itu sudah fiks, hanya kan kita perlu verifikasi di lapangan. Apakah si penerimanya itu masih miskin atau sudah kaya? Kan kadang-kadang langsung berubah," ujarnya.
Sarwo menambahkan, "Contoh misalnya yang tahun lalu dia miskin kemudian dia bisnis. Misalnya bisnis apa gitu lalu kehidupan berubah. Itu yang kita ganti, kira-kira seperti itu," katanya.
Proses verifikasi dilakukan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu sehingga pembaruan data diperlukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi ketidaktepatan distribusi.
Proses Verifikasi dan Penugasan Bulog
Bapanas telah menerbitkan surat penugasan kepada Perum Bulog sebagai dasar operasional untuk melaksanakan distribusi bantuan beras dan minyak goreng kepada para penerima manfaat.
Surat penugasan tersebut diterbitkan pada pertengahan Februari 2026 sebagai landasan pelaksanaan distribusi bantuan pangan nasional menjelang Ramadan dan Lebaran.
Sarwo menjelaskan, "Jadi surat penugasan dari Bapanas ke Bulog sudah diterbitkan kalau tidak salah Februari 2026 ya. Awal Maret ini diupayakan bantuan beras-minyak goreng terdistribusi," jelasnya.
Penyaluran bantuan direncanakan mulai awal Maret 2026 setelah proses konsolidasi dan verifikasi data dinyatakan siap dilaksanakan di lapangan.
Anggaran dan Rincian Bantuan
Total anggaran program bantuan pangan beras dan minyak goreng yang disiapkan pemerintah mencapai Rp11,92 triliun untuk 33,2 juta penerima bantuan pangan di seluruh Indonesia.
Setiap penerima akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng sebanyak 2 liter untuk alokasi satu bulan.
Untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Bulog akan mengeluarkan stok beras sebanyak 664,8 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter.
Sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan percepatan penyaluran bantuan guna meringankan beban ekonomi masyarakat selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Rizal menyampaikan, "Insya Allah minggu depan sudah mulai penyaluran Banpang bantuan pangan," ujarnya.
Dengan langkah tersebut, Bapanas memastikan seluruh bantuan beras dan minyak goreng akan terdistribusi kepada penerima manfaat sebelum Lebaran 2026 sesuai target pemerintah.
- Penulis :
- Arian Mesa








