Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BNPB Targetkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera Rampung dalam Tiga Tahun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BNPB Targetkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera Rampung dalam Tiga Tahun
Foto: (Sumber : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyerahkan bantuan stimulan kepada penyintas banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. ANTARA/HO-Humas BNPB..)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di wilayah Sumatera yang terjadi pada akhir November 2025 dapat tuntas dalam kurun waktu tiga tahun.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan target tersebut telah ditetapkan secara nasional sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak.

"Secara nasional telah ditetapkan beberapa waktu lalu bahwa target penyelesaian tuntas bencana Sumatera ini ialah dalam kurun waktu tiga tahun," kata Suharyanto di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Ia menjelaskan target tersebut tertuang dalam Rencana Induk Rehabilitasi Rekonstruksi yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Data dalam rencana tersebut dikunci per 9 Februari 2026 dan telah tercatat pada masing-masing kementerian dan lembaga yang terlibat dalam proses pemulihan.

Pembangunan Hunian Tetap Dilakukan Paralel

Suharyanto mengatakan saat ini sebagian hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana telah mulai dibangun di sejumlah kabupaten dan kota.

Pembangunan hunian tetap tersebut dilakukan secara terpusat oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Program pembangunan juga mendapat dukungan dari organisasi Buddha Tzu Chi serta sebagian dari Danantara.

Selain pembangunan secara komunal, BNPB juga menyiapkan pembangunan hunian tetap dengan skema in situ.

Skema tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin rumah dibangun di atas tanah milik mereka sendiri.

Dalam skema tersebut hunian tetap akan dibangun langsung oleh BNPB.

Suharyanto menjelaskan proses pembangunan rumah dilakukan secara paralel tanpa menunggu hunian sementara terisi penuh.

"Jadi ini tidak menunggu hingga hunian sementara penuh, melainkan secara paralel. Bagi yang sudah bisa menunjukkan tanahnya segera kami bangun," jelas dia.

Bantuan Tambahan Masih Dibuka

BNPB juga membuka peluang bagi masyarakat yang rumahnya rusak ringan atau sedang namun belum menerima bantuan stimulan untuk mengajukan kembali permohonan bantuan.

Pemerintah pusat nantinya akan menyalurkan bantuan tambahan berdasarkan data terbaru yang diajukan.

Khusus di wilayah Sumatera Barat hingga Selasa (3/3) bantuan stimulan telah diberikan kepada 126 kepala keluarga dengan nilai mencapai Rp2,8 miliar.

Sementara itu secara keseluruhan pemerintah telah menyalurkan dana hingga Rp205 miliar untuk tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Penulis :
Ahmad Yusuf