Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Cap Go Meh 2026 Jadi Energi Baru Ekraf Jakarta

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Cap Go Meh 2026 Jadi Energi Baru Ekraf Jakarta
Foto: Cap Go Meh Jakarta 2026 dipuji Kemenekraf sebagai motor harmoni dan penggerak ekonomi kreatif ibu kota. (Dok: Humas Kemenekraf)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif menempatkan Cap Go Meh 2026 sebagai momentum strategis penggerak ekonomi kreatif ibu kota. 

Festival budaya ini tak sekadar selebrasi, melainkan panggung produksi nilai ekonomi.

Kawasan Pancoran Chinatown Point Mall berubah menjadi episentrum atraksi seni, kuliner, dan pertunjukan kontemporer. 

Ribuan warga memadati lokasi. Aktivitas ekonomi bergerak cepat. Transaksi naik. UMKM panen atensi.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menilai festival budaya memiliki daya ungkit langsung terhadap pelaku kreatif dan identitas kota.

“Festival Cap Go Meh bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga ruang aktualisasi pejuang ekonomi kreatif. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pejuang ekraf seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana budaya bisa menjadi penggerak ekonomi di Jakarta,” ujar Irene melalui keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).

Irene menekankan konsep kreatif dan inklusif memberi efek ekonomi nyata. Dampak terasa pada pelaku kuliner, seni pertunjukan, kriya, hingga penyedia jasa event.

“Saat budaya dirayakan secara inklusif dan dikemas dengan konsep kreatif, dampaknya tidak hanya pada kebanggaan identitas kota, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju sejahtera,” lanjut Irene.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadir bersama tokoh lintas periode seperti Sutiyoso, Fauzi Bowo, serta Anies Baswedan. Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan ikut mendampingi jajaran Forkopimda.

Pramono menegaskan posisi Jakarta sebagai rumah bersama lintas budaya dan etnis.

“Kehidupan harmonisasi keberagaman di Jakarta sekarang sangat baik. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini menjadi bukti bahwa Jakarta adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi toleransi. Warga Tionghoa juga telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Jakarta. Makanya, kami akan membangun Museum Peranakan Tionghoa sebagai simbol Jakarta yang menghargai sejarah dan peran seluruh warganya,” jelas Pramono.

Cap Go Meh 2026 juga mencatatkan dinamika simbolik. Atraksi barongsai menggema. Tarian Selendang Dendang memadukan tradisi dan modernitas. 

Penghargaan MURI atas flying drone LED pada perayaan sebelumnya mempertegas positioning Jakarta sebagai kota event kelas global.

Menjelang 500 tahun Jakarta, perayaan ini berubah menjadi pernyataan politik kebudayaan. Harmoni dijaga. 

Kreativitas diproduksi. Ekonomi digerakkan. Jakarta mengirim pesan tegas sebagai kota global inklusif dan kompetitif.

Penulis :
Khalied Malvino