Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 61,2 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 61,2 Juta Penerima di Seluruh Indonesia
Foto: (Sumber : Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan arahan saat Rapat Koordinasi Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Pangan..)

Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 61,2 juta penerima manfaat di 38 provinsi hingga 27 Februari 2026.

Program tersebut dijalankan melalui 24.368 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya pada pertengahan Januari 2026 jumlah penerima manfaat tercatat sekitar 58 juta orang.

Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat program tersebut meningkat hingga 82,9 juta orang pada akhir 2026 sesuai target Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah berkomitmen memastikan program MBG berjalan tepat sasaran, aman, dan berkelanjutan.

Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam rapat koordinasi implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Tengah, pemerintah mencatat sekitar 9,29 juta penerima manfaat di wilayah tersebut.

Jumlah tersebut dilayani oleh 3.838 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang telah beroperasi di berbagai daerah di provinsi itu.

Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting dalam menjaga mutu layanan program serta mempercepat penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi atau SLHS.

Selain itu pemerintah daerah juga diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan lokal untuk mendukung pelaksanaan program.

Capaian SLHS di Jawa Tengah tercatat sebesar 35,03 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 32 persen.

Pemerintah menilai program MBG juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha.

Pelaku usaha yang terlibat antara lain usaha mikro kecil dan menengah, badan usaha milik desa, koperasi nelayan, serta peternak mandiri sebagai pemasok bahan pangan.

Namun pemerintah masih menemukan ketidaksesuaian data penerima manfaat di sejumlah daerah sehingga diperlukan proses pemutakhiran dan validasi data lanjutan.

Untuk memperkuat pengawasan dan koordinasi program secara nasional pemerintah berencana membangun Command Center MBG.

Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama bulan Ramadhan serta masa libur dan cuti bersama.

Pelaksanaan program akan disesuaikan dengan kondisi masyarakat di masing-masing daerah.

Di daerah dengan mayoritas masyarakat berpuasa penyaluran dilakukan melalui paket makanan kemasan sehat.

Sementara di daerah dengan mayoritas penduduk non-Muslim program MBG tetap berjalan secara normal di sekolah.

Penulis :
Aditya Yohan