Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

PM Malaysia Anwar Ibrahim Dipastikan Hadiri KTT D-8 di Jakarta pada April 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PM Malaysia Anwar Ibrahim Dipastikan Hadiri KTT D-8 di Jakarta pada April 2026
Foto: (Sumber : Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Rabu (4/3/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan).)

Pantau - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin memastikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight atau D-8 yang akan digelar di Jakarta pada April 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Dubes Hasrin setelah menjadi tuan rumah acara buka puasa bersama di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta pada Rabu malam, 4 Maret 2026.

Ia mengatakan, "Insya Allah, PM Anwar Ibrahim akan hadir untuk acara KTT D-8 nanti."

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta akan melakukan berbagai persiapan agar kunjungan Perdana Menteri Anwar Ibrahim ke Indonesia dapat berjalan lancar.

Persiapan tersebut juga dilakukan untuk memastikan partisipasi Malaysia dalam KTT D-8 dapat berlangsung dengan baik.

Dukung Kepemimpinan Indonesia di D-8

Dubes Hasrin berharap kehadiran Anwar Ibrahim dalam KTT D-8 dapat membantu Malaysia mencapai berbagai tujuan kerja sama.

Tujuan tersebut mencakup peningkatan hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia serta penguatan kerja sama ekonomi di dalam organisasi D-8.

Ia menegaskan, "Malaysia senantiasa memberi dukungan kepada Indonesia sebagai pemegang keketuaan di D-8."

Dalam wawancara sebelumnya dengan wartawanpada Selasa, 3 Maret 2026, Dubes Hasrin juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Indonesia di D-8.

Ia menilai keberhasilan Indonesia saat memimpin ASEAN pada 2023 menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam memimpin organisasi internasional.

Menurutnya, Indonesia juga diyakini akan berhasil saat memegang kepemimpinan D-8 periode 2026 hingga 2027.

Fokus Penguatan Perdagangan dan UMKM

Malaysia menjadikan penguatan perdagangan dan investasi sebagai prioritas utama dalam kerja sama D-8.

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah juga menjadi fokus penting dalam kerja sama tersebut.

Hasrin mengatakan, "Kekuatan industri Malaysia umumnya disokong UMKM. Karena itu, kami ingin D-8 berperan menguatkan potensi UMKM di negara kami, begitu pula UMKM di negara D-8 lain."

Malaysia juga mendorong peningkatan perdagangan dan investasi antarnegara anggota D-8 dengan memanfaatkan kesepakatan perdagangan preferensial yang telah ada.

Selain itu, Malaysia juga mendorong kolaborasi sektor bisnis antarnegara anggota melalui berbagai forum bisnis D-8.

D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang didirikan pada 1997 oleh delapan negara berkembang yaitu Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Pada 2025 Azerbaijan resmi bergabung sebagai anggota ke-9 dalam organisasi tersebut.

Indonesia saat ini memegang keketuaan D-8 dengan tema Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.

Tema tersebut menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, peningkatan inklusivitas, serta penguatan ketahanan ekonomi.

Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT D-8 di Jakarta pada April mendatang.

Penulis :
Ahmad Yusuf