Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Jakarta Siapkan Langkah Respon Cepat Antisipasi Pencemaran Udara Saat Musim Kemarau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemprov DKI Jakarta Siapkan Langkah Respon Cepat Antisipasi Pencemaran Udara Saat Musim Kemarau
Foto: (Sumber : Arsip foto - Suasana Monas yang tertutup polusi di Jakarta, Jumat (21/6/2024). Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 15.53 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta berada pada angka 155 yang menempatkannya sebagai kota besar dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia di bawah Kinshasa, Kongo. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.).)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah respon cepat untuk menanggulangi pencemaran udara yang diperkirakan meningkat saat musim kemarau pada awal Mei hingga Agustus 2026.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Erni Pelita Fitratunnisa mengatakan langkah respon cepat tersebut sebenarnya telah disusun beberapa tahun sebelumnya.

Ia menyampaikan, "Kami pernah buat 10 langkah respon cepat penanggulangan pencemaran udara. Tetapi karena kondisi kualitas udara membaik pada 2024, 2025 dan mudah-mudahan sekarang, belum sempat kami olah menjadi satu regulasi."

Langkah tersebut sebelumnya belum dijadikan regulasi karena belum memiliki payung hukum yang memadai.

Penguatan Pemantauan Udara dan Uji Emisi

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berencana kembali menerapkan langkah cepat penanganan pencemaran udara ketika musim kemarau datang.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meningkatkan kualitas sistem pemantauan udara di wilayah Jakarta.

Pemerintah juga akan memperkuat pelaksanaan uji emisi terhadap kendaraan bermotor sebagai upaya menekan sumber polusi dari sektor transportasi.

Selain itu Pemprov DKI Jakarta juga pernah menerapkan penggunaan teknologi water mist untuk membantu menekan polusi udara.

Teknologi water mist dipasang di sejumlah gedung di Jakarta sebagai bagian dari upaya pengendalian pencemaran udara.

Saat ini tercatat sekitar 100 gedung di Jakarta telah memasang perangkat water mist tersebut.

Evaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara atau SPPU yang saat ini sedang dievaluasi dari berbagai aspek.

Evaluasi tersebut meliputi analisis tren PM2.5 sebagai salah satu indikator kualitas udara.

Selain itu pemerintah juga menilai beban emisi dari berbagai sektor yang berkontribusi terhadap pencemaran udara.

Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi bagian dari evaluasi tersebut.

Pemerintah akan menilai kegiatan mana yang paling efektif dalam mengurangi pencemaran udara di Jakarta.

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebelumnya memperingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diperkirakan lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun 2025.

BMKG memprediksi awal musim kemarau akan dimulai pada April 2026 di sekitar 114 zona musim di Indonesia.

Musim kemarau kemudian diperkirakan terjadi secara bertahap di wilayah lain pada Mei hingga Juni 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal.

Penulis :
Ahmad Yusuf