Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program Sarjana Kewirausahaan Diikuti 29 Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan untuk Bekal Masa Depan Setelah Bebas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Program Sarjana Kewirausahaan Diikuti 29 Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan untuk Bekal Masa Depan Setelah Bebas
Foto: Puluhan warga binaan Lapas Narkotika Karan Intan mengikuti perkuliahan Strat 1 (S1) jurusan Kewirausahaan di Karang Intan, beberapa waktu lalu (sumber: Medcen Pemkab Banjar)

Pantau - Sebanyak 29 warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengikuti perkuliahan program Strata 1 kewirausahaan sebagai bekal membangun masa depan setelah menyelesaikan masa hukuman.

Program pendidikan tinggi tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara Lapas Narkotika Karang Intan dengan Universitas PGRI Kalimantan yang memberikan akses perkuliahan bagi warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan Yugo Indra Wicaksi menjelaskan bahwa program tersebut merupakan satu-satunya program perkuliahan sarjana yang berjalan di lembaga pemasyarakatan di wilayah Kalimantan.

"Sebanyak 29 warga binaan tercatat mengikuti program ini dan resmi menjadi mahasiswa Fakultas Sosial dan Humaniora Program Studi Kewirausahaan di Universitas PGRI Kalimantan", ungkap Yugo Indra Wicaksi.

Program Pendidikan Tinggi di Dalam Lapas

Program studi kewirausahaan dipilih karena dianggap relevan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan membangun usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Selain program sarjana, pihak Lapas Narkotika Karang Intan juga menyediakan pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi warga binaan.

Program pendidikan kesetaraan tersebut bertujuan memberikan kesempatan belajar bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

Dukungan Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi mengapresiasi pelaksanaan pendidikan tinggi bagi warga binaan karena membuka ruang pengembangan sumber daya manusia secara inklusif.

"Sinergi ini menunjukkan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Banjar dilakukan secara inklusif, mengakomodasi semua pihak tanpa memandang latar belakang", kata Habib Idrus Al Habsyi.

Ia menilai program pendidikan tinggi di dalam lapas dapat menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan warga binaan memiliki masa depan yang lebih baik setelah bebas.

"Jaket almamater yang dikenakan adalah simbol tanggung jawab baru. Belajarlah dengan tekun dan buktikan kepada masyarakat bahwa ketika bebas nanti kalian tidak hanya membawa surat bebas, tetapi juga ilmu untuk membangun daerah", pesannya.

Penulis :
Shila Glorya