Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Gandeng TNI AD Percepat Revitalisasi 267 Sekolah Rusak Berat Pascabencana di Sumatera

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendikdasmen Gandeng TNI AD Percepat Revitalisasi 267 Sekolah Rusak Berat Pascabencana di Sumatera
Foto: (Sumber : Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta Pusat pada Kamis malam (5/3/2026) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) guna mempercepat pemulihan dan revitalisasi satuan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatera. ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat untuk mempercepat pemulihan dan revitalisasi satuan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatera.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan di Jakarta Pusat pada Kamis malam 5 Maret 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan kerja sama tersebut bertujuan mempercepat revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga yang memerlukan relokasi.

"Kami berharap dengan kerja sama ini bisa segera mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah-sekolah rusak berat dan relokasi di tiga provinsi yang terdampak bencana kemarin", ujarnya.

Ia menyebutkan jumlah satuan pendidikan dengan kategori rusak berat mencapai 267 sekolah yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana alam beberapa bulan sebelumnya.

Pemerintah menargetkan seluruh proses pembangunan dan revitalisasi sekolah tersebut dapat selesai pada Oktober 2026.

"Target kami itu bulan Oktober itu akan selesai. Tim sangat optimistis bisa menyelesaikan dalam waktu yang sudah kita targetkan", kata Fajar.

Pelibatan TNI untuk Percepatan Rehabilitasi

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Gogot Suharwoto menjelaskan pelibatan TNI dalam rehabilitasi sekolah didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis.

Pertimbangan tersebut antara lain kebutuhan percepatan rehabilitasi dalam kondisi darurat.

Selain itu juga mempertimbangkan kemampuan mobilisasi sumber daya dan logistik di wilayah yang sulit dijangkau.

Kapasitas rekayasa lapangan serta dukungan konstruksi darurat juga menjadi alasan pelibatan TNI dalam proses tersebut.

Pelibatan TNI juga dinilai dapat memperkuat ketahanan layanan publik strategis seperti sektor pendidikan.

"Melalui kerja sama dengan TNI kita akan melaksanakan rehabilitasi pada 267 satuan pendidikan dengan kategori rusak berat dan yang memerlukan relokasi", ujar Gogot.

Kodam di Tiga Provinsi Dikerahkan

Asisten Teritorial TNI AD Rachmad Zulkarnaen menyatakan pihaknya siap melibatkan komando wilayah militer di daerah terdampak bencana.

Ia menyebutkan komando daerah militer atau Kodam di tiga provinsi akan terlibat dalam proses perbaikan sekolah.

"Penandatangan kontrak dengan Kemendikdasmen nantinya dilanjutkan ke wilayah, dalam hal ini ada Komando Daerah Militer (Kodam) yang berada di tiga provinsi terdampak. Sebelumnya kami juga sudah berupaya mempercepat pelaksanaan rehabilitasi sekolah ini yang diinisiasi oleh Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Darat", katanya.

Ia menambahkan jumlah personel yang diterjunkan akan disesuaikan dengan kebutuhan proses pembangunan sekolah di lapangan.

"Kita harapkan dengan kesepakatan ini, semua berjalan dengan semestinya", ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf