
Pantau - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan menjaring sebanyak 21 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama bulan Ramadhan dalam rangka menjaga ketertiban umum di sejumlah wilayah.
Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti mengatakan "Kami melakukan penjangkauan PPKS di sejumlah titik untuk menjaga ketertiban umum selama Ramadhan".
Ia menjelaskan penjangkauan tersebut dilakukan secara rutin oleh Satpol PP Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut juga dilaksanakan melalui operasi gabungan bersama unsur kelurahan, kecamatan, TNI, Polri, serta Dinas Sosial.
Penjangkauan itu merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
"Mereka yang terjaring kemudian kami serahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut", ungkap Nanto Dwi Subekti.
Penjangkauan di Kebayoran Baru
Operasi penjangkauan telah dilakukan di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Kebayoran Baru dan Kecamatan Kebayoran Lama.
Di Kecamatan Kebayoran Baru, Satpol PP menjaring dua orang pekerja seks komersial saat kegiatan penjangkauan.
Penjangkauan tersebut berlangsung di Jalan Falatehan, Kelurahan Melawai, pada Rabu malam sekitar pukul 23.45 WIB.
Kedua pekerja seks komersial tersebut kemudian diserahkan ke Dinas Sosial Kedoya untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam operasi gabungan penertiban PPKS dan antisipasi gangguan ketertiban umum di Jalan Fatmawati Raya pada Sabtu dini hari, petugas menjaring 15 PPKS.
Dalam operasi tersebut petugas juga mengamankan dua gerobak.
Penertiban di Kebayoran Lama
Satpol PP Kecamatan Kebayoran Lama juga melakukan penjangkauan PPKS di sejumlah titik pada Jumat malam hingga selesai.
Lokasi penertiban tersebut meliputi Jalan Letjen Soepeno di lampu lalu lintas ITC Permata Hijau, Jalan Teuku Nyak Arif, Jalan Metro Pondok Indah, dan Jalan Gedung Hijau.
Dalam kegiatan tersebut petugas mengamankan empat orang PPKS yang terdiri dari pengamen dan badut jalanan.
"Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan empat orang PPKS yang terdiri dari pengamen dan badut jalanan untuk kemudian diserahkan kepada unit Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial untuk pembinaan", ungkap Nanto Dwi Subekti.
Empat orang tersebut kemudian diserahkan kepada unit Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial untuk mendapatkan pembinaan.
Dua orang lainnya membuat surat pernyataan penjamin.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang seperti gitar, biola, serta perlengkapan badut.
Satpol PP Jakarta Selatan berkomitmen terus melakukan pengawasan dan penjangkauan selama bulan Ramadhan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
"Kami terus melakukan patroli dan penjangkauan di titik-titik rawan agar kondisi wilayah tetap aman, tertib dan kondusif selama Ramadhan", tegas Nanto Dwi Subekti.
- Penulis :
- Arian Mesa








