
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam menghadapi isu pengelolaan air sekaligus mempersiapkan kontribusi Indonesia pada World Water Forum ke-11.
AHY menyampaikan hal tersebut kepada awak media usai menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan World Water Forum ke-11 yang digelar di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menilai persoalan air memiliki kompleksitas tinggi sehingga tidak dapat ditangani oleh satu kementerian atau lembaga saja.
Ia menyatakan "Tidak ada satu pun K/L yang bisa berdiri sendiri. Walaupun mungkin selama ini yang terdepan tentunya adalah Kementerian Pekerjaan Umum di bawah koordinasi Kemenko Infrastruktur".
Pemerintah Bentuk Tim Kerja Nasional
Pemerintah berencana membentuk tim kerja nasional yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk memperkuat koordinasi kebijakan pengelolaan air.
Tim kerja nasional tersebut akan bertugas menyusun kontribusi Indonesia dalam forum air dunia World Water Forum ke-11.
Tim ini diharapkan mampu menyatukan berbagai kebijakan serta program pengelolaan air agar menjadi lebih terintegrasi.
Melalui integrasi tersebut, pemerintah berharap dapat menghasilkan solusi terhadap berbagai tantangan pengelolaan air yang dihadapi Indonesia.
Enam Tema Disiapkan untuk Forum Air Dunia
Pemerintah telah menyiapkan enam tema utama yang akan menjadi fokus kontribusi Indonesia pada World Water Forum ke-11.
Forum internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi pada tahun 2027.
AHY tidak merinci secara detail enam tema yang telah disiapkan tersebut.
Namun ia menjelaskan bahwa tema-tema tersebut dirancang untuk menggambarkan berbagai tantangan nyata pengelolaan air di Indonesia sekaligus menunjukkan peluang inovasi yang dapat ditawarkan kepada komunitas global.
Menurut AHY, persoalan air di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber daya air.
Ia menjelaskan bahwa masalah tersebut juga berkaitan dengan pengendalian bencana seperti banjir yang sering terjadi ketika curah hujan meningkat secara ekstrem.
Selain banjir, sejumlah wilayah di Indonesia juga menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau.
Kekeringan tersebut berdampak pada terbatasnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Kondisi tersebut juga mempengaruhi kebutuhan air untuk sektor pertanian.
Pemerintah menilai pengelolaan air yang berkelanjutan harus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Pemerintah berharap melalui kolaborasi nasional yang kuat kontribusi Indonesia dalam World Water Forum ke-11 dapat memperkuat peran negara dalam upaya global menjaga keberlanjutan sumber daya air.
- Penulis :
- Arian Mesa








