
Pantau - Badan Gizi Nasional menyatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menjadi garda terdepan yang membentuk persepsi publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis di tengah pelaksanaan program tersebut secara nasional.
Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional Khairul Hidayati mengatakan komunikasi publik memiliki peran penting agar program tersebut dipahami secara tepat oleh masyarakat.
"SPPG adalah garda terdepan sekaligus representasi Program MBG di masyarakat. Apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat dari aktivitas SPPG akan membentuk persepsi publik terhadap program secara keseluruhan", ungkapnya.
Program Makan Bergizi Gratis disebut sebagai salah satu intervensi strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak sekolah serta kelompok rentan.
Pentingnya Strategi Komunikasi Program
Sebagai program nasional yang melibatkan banyak pihak, implementasi Program Makan Bergizi Gratis dinilai memiliki potensi munculnya berbagai isu yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat.
Karena itu Badan Gizi Nasional memberikan pelatihan strategi komunikasi secara berkelanjutan kepada seluruh SPPG.
Strategi tersebut mencakup perencanaan pesan yang faktual dan berbasis regulasi.
Selain itu juga meliputi pemilihan media komunikasi yang sesuai dengan karakter audiens serta segmentasi sasaran komunikasi.
Evaluasi efektivitas penyampaian informasi juga menjadi bagian dari strategi komunikasi yang diterapkan.
Respons Cepat Cegah Krisis Komunikasi
BGN juga menekankan pentingnya prinsip komunikasi yang konsisten dengan kebijakan pusat.
Prinsip lain yang ditekankan antara lain penyampaian informasi berbasis fakta, koordinasi internal yang kuat, serta transparansi yang proporsional dalam menghadapi isu publik.
Khairul menegaskan respons komunikasi yang cepat dan terkoordinasi sangat penting ketika muncul isu terkait pelaksanaan program di lapangan.
"Komunikasi yang baik bukan hanya menyampaikan informasi, melainkan juga menjaga kepercayaan publik. Respons yang cepat, faktual, dan terkoordinasi menjadi kunci agar isu dapat dikelola dengan baik dan tidak berkembang menjadi krisis komunikasi", ujarnya.
Ia menambahkan periode 24 hingga 48 jam pertama sering menjadi momen penting dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu isu.
- Penulis :
- Gerry Eka








