Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi VI DPR Dorong BUMN Energi dan Transportasi Siapkan Layanan Jelang Mudik Lebaran 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Komisi VI DPR Dorong BUMN Energi dan Transportasi Siapkan Layanan Jelang Mudik Lebaran 2026
Foto: (Sumber: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid. ANTARA/HO-DPR RI.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mendorong Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor energi dan transportasi untuk menyiapkan ketersediaan bahan bakar minyak serta transportasi publik menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Ia mengatakan, "Penting untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU menjelang harus mudik Lebaran 2025."

Dorongan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kunjungan kerja tersebut dilakukan bersama sejumlah mitra strategis BUMN.

Dalam pertemuan itu, berbagai pemangku kepentingan membahas langkah antisipatif untuk memastikan kesiapan sektor energi dan transportasi menghadapi lonjakan perjalanan masyarakat pada musim mudik.

Dorong Stabilitas Pasokan BBM

Nurdin menilai kesiapan pasokan energi menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 2026.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan mobilitas kendaraan selama arus mudik hampir selalu diikuti lonjakan konsumsi BBM di berbagai wilayah.

Lonjakan konsumsi tersebut terutama terjadi di jalur utama perjalanan darat.

Oleh karena itu, Nurdin meminta PT Pertamina untuk memperkuat distribusi BBM.

Ia juga meminta agar stabilitas pasokan bahan bakar di SPBU tetap terjaga.

Ia mengatakan, "Perkuat distribusi serta jaga stabilitas pasokan BBM di SPBU sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar selama perjalanan."

Transportasi BUMN Diminta Tingkatkan Layanan

Selain sektor energi, Komisi VI DPR RI juga menyoroti kesiapan sektor transportasi nasional yang berada di bawah koordinasi BUMN.

Sejumlah operator transportasi diharapkan meningkatkan kesiapan layanan bagi masyarakat.

Operator tersebut antara lain PT Angkasa Pura Indonesia.

Selain itu terdapat PT ASDP Indonesia Ferry.

Maskapai Garuda Indonesia dan Citilink juga termasuk dalam operator yang diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI juga diharapkan menyiapkan layanan transportasi dengan baik.

Peningkatan kesiapan meliputi ketersediaan armada serta kualitas pelayanan bagi penumpang.

Nurdin menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, dan pemerintah daerah.

Menurutnya koordinasi tersebut menjadi kunci untuk menjaga kelancaran arus mudik nasional pada 2026.

Ia menilai kesiapan infrastruktur energi dan transportasi bukan hanya berkaitan dengan operasional semata.

Kesiapan tersebut juga merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan pelayanan publik yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

Penulis :
Gerry Eka