
Pantau - Menteri Dalam Negeri yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah segera melengkapi data penerima bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia menegaskan kelengkapan dan kecepatan data menjadi kunci agar bantuan sosial dapat segera disalurkan kepada korban bencana.
Tito menyampaikan, "Strateginya sederhana, siapa yang paling cepat mengirimkan data, dia juga yang paling cepat kita kirimkan bantuan sosialnya."
Pemerintah pusat memprioritaskan daerah yang paling cepat menyerahkan data korban terdampak untuk menerima bantuan lebih dahulu.
Pemerintah menyalurkan bantuan tahap pertama dengan nilai hampir mencapai Rp900 miliar.
Sekitar separuh dari total bantuan tersebut dialokasikan untuk wilayah Aceh.
Kabupaten Pidie Jaya menjadi daerah yang menerima bantuan terbesar karena dinilai paling cepat dan paling lengkap dalam menyerahkan data korban terdampak.
Tito menyatakan, "Dari hampir Rp900 miliar bantuan tahap pertama, sekitar separuhnya untuk Aceh. Dari yang di Aceh ini, lebih dari Rp200 miliar disalurkan ke Pidie Jaya karena datanya paling cepat dan paling lengkap."
Berdasarkan data Kementerian Sosial, bantuan mencakup santunan ahli waris bagi 56 korban meninggal dunia dengan total Rp840 juta serta bantuan bagi 23 korban luka berat senilai Rp115 juta.
Pemerintah juga menyalurkan jaminan hidup bagi 66.629 jiwa selama 90 hari dengan total sekitar Rp89,9 miliar.
Selain itu, bantuan isi hunian sementara diberikan kepada 18.839 kepala keluarga dengan total Rp56,5 miliar serta bantuan stimulan sosial ekonomi bagi 18.839 kepala keluarga senilai Rp94,1 miliar untuk mendukung pemulihan ekonomi pascabencana.
Total bantuan untuk program tersebut mencapai sekitar Rp241,6 miliar dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Selain bantuan sosial, Kementerian Dalam Negeri memberikan dukungan berupa 250 paket perlengkapan ibadah.
Kemendagri juga menyalurkan bantuan alat berat dan kendaraan berupa 20 unit dump truck, tujuh unit ekskavator, serta tiga unit backhoe loader untuk mempercepat penanganan dan pemulihan wilayah terdampak.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana.
Tito menegaskan percepatan pembangunan hunian tetap bergantung pada kelengkapan data dari pemerintah daerah, termasuk pilihan warga apakah rumah dibangun di lahan sendiri atau di kawasan hunian komunal.
Ia meminta para kepala daerah segera membentuk tim pendataan warga secara rinci.
Tito menyampaikan, "Kalau datanya sudah lengkap, kita bisa langsung eksekusi bersama BNPB dan Kementerian Perumahan."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








