
Pantau - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyatakan penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur tetapi juga pada percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Bantuan tersebut meliputi penyediaan hunian sementara hingga bantuan untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga korban bencana.
Setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah menyiapkan tempat tinggal bagi para pengungsi berupa hunian sementara maupun hunian tetap.
Saifullah Yusuf menjelaskan langkah tersebut dengan mengatakan, "Berikutnya, bagaimana yang di pengungsian ini disiapkan hunian sementara atau kemudian langsung hunian tetap".
Ia menjelaskan bahwa skala bencana yang cukup besar dan meliputi beberapa provinsi membuat penanganan tidak hanya dilakukan oleh satu lembaga saja.
Ia mengatakan, "Biasanya yang menangani cukup BNPB. Namun karena skalanya luas dan besar, Presiden melalui Pak Mendagri selaku Ketua Satgas menugaskan banyak instansi untuk terlibat".
Sejumlah Kementerian dan BUMN Terlibat Pemulihan
Sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah dilibatkan dalam proses pemulihan tersebut.
Selain itu, badan usaha milik negara serta Kementerian Pekerjaan Umum juga turut membantu dalam pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
Dalam pelaksanaannya, kemungkinan terdapat perbedaan standar fasilitas hunian karena pemerintah berupaya memberikan tempat tinggal yang layak secepat mungkin kepada para pengungsi.
Saifullah Yusuf menjelaskan hal tersebut dengan mengatakan, "Daripada masyarakat terlalu lama berada di tenda pengungsian, lebih baik segera dipindahkan ke hunian sementara. Jika ada kekurangan di hunian sementara nanti bisa diperbaiki atau disesuaikan".
Selain penyediaan tempat tinggal, pemerintah juga memberikan bantuan kepada keluarga yang menempati hunian sementara maupun hunian tetap.
Bantuan tersebut berupa bantuan isian rumah tangga sebesar Rp3 juta untuk setiap keluarga.
Bantuan tersebut diberikan karena sebagian besar peralatan rumah tangga milik korban bencana hilang atau rusak akibat bencana.
Pemerintah Berikan Bantuan Ekonomi dan Jaminan Hidup
Pemerintah juga memberikan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta bagi setiap keluarga terdampak bencana.
Bantuan tersebut bertujuan membantu masyarakat memulai kembali kehidupan serta aktivitas ekonomi setelah bencana.
Selama tinggal di hunian sementara, pemerintah juga memberikan bantuan jaminan hidup kepada para pengungsi.
Bantuan jaminan hidup tersebut digunakan untuk pembelian lauk pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari selama tiga bulan.
Saifullah Yusuf menjelaskan bantuan tersebut dengan mengatakan, "Jadi, setiap orang menerima Rp450 ribu per bulan untuk kebutuhan lauk pauk dan diberikan selama tiga bulan".
Ia menegaskan bahwa salah satu faktor paling penting dalam penanganan bencana adalah ketepatan data korban terdampak.
Oleh karena itu pemerintah daerah diminta segera melakukan pendataan secara detail terhadap masyarakat terdampak.
Pendataan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dengan mengatakan, "Yang paling mengetahui kondisi masyarakat sampai ke kampung-kampung adalah bupati dan wali kota sehingga pendataan harus dilakukan oleh pemerintah daerah".
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








