
Pantau - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyatakan ribuan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan segera diperbaiki.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyampaikan bahwa banyak fasilitas pendidikan terdampak mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas.
Tito Karnavian menjelaskan kondisi tersebut dengan mengatakan, "Memang cukup banyak yang terdampak, baik PAUD, TK, SD, SMP, SMA. Ini sedang dikoordinasikan dan kita kumpulkan datanya dari pemerintah daerah".
Pemerintah telah mengklasifikasikan tingkat kerusakan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Klasifikasi tersebut meliputi kerusakan ringan, kerusakan sedang, kerusakan berat, hingga bangunan yang hilang sama sekali.
Perbaikan fasilitas pendidikan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
Tito Karnavian menjelaskan langkah tersebut dengan mengatakan, "Yang mana rusak ringan, sedang, dan berat itu diklasifikasi. Nanti diperbaiki secara bertahap dengan skala prioritas".
Proses Belajar Tetap Berjalan Meski Fasilitas Rusak
Pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan.
Sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang tetap digunakan sambil dilakukan proses perbaikan.
Tito Karnavian menyampaikan, "Tetapi yang utama pendidikan harus berjalan. Maka yang rusak ringan dan sedang diperbaiki sambil kegiatan sekolah tetap berlangsung".
Sementara itu, sekolah yang mengalami kerusakan berat untuk sementara memanfaatkan fasilitas darurat.
Fasilitas darurat tersebut berupa tenda belajar yang disediakan oleh pemerintah bersama berbagai kementerian terkait.
Tito Karnavian menjelaskan kondisi tersebut dengan mengatakan, "Yang rusak berat ada yang masih belajar di tenda. Dari BNPB dan Kemendikdasmen juga ada tenda yang dilengkapi peralatan lainnya".
Secara umum, proses belajar mengajar di wilayah terdampak bencana hampir seluruhnya sudah kembali berjalan.
Namun kegiatan pendidikan tersebut masih belum sepenuhnya maksimal karena sebagian fasilitas masih dalam tahap pemulihan.
Tito Karnavian menyampaikan, "Proses belajarnya hampir 100 persen sudah berjalan, tetapi memang masih ada yang belum maksimal dan belum ideal".
Pendataan Sekolah Dikoordinasikan Dua Kementerian
Berdasarkan data sementara, sekitar 3.700 satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
Tito Karnavian menjelaskan jumlah tersebut dengan mengatakan, "Ada lebih kurang 3.700 di tiga provinsi ini yang harus dikerjakan semua dan itu tentu perlu waktu".
Sekolah umum seperti PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sementara pendataan untuk madrasah dan pondok pesantren dilakukan oleh Kementerian Agama.
Tito Karnavian menjelaskan pembagian tugas tersebut dengan mengatakan, "Untuk TK, SD, SMP itu dikoordinasikan oleh Kemendikdasmen. Sedangkan, madrasah dan pondok pesantren menjadi tanggung jawab Kementerian Agama untuk pendataannya".
- Penulis :
- Aditya Yohan








