Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gunung Marapi Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Vulkanik Mencapai 1,6 Kilometer

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gunung Marapi Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Vulkanik Mencapai 1,6 Kilometer
Foto: (Sumber : Arsip foto - Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, erupsi dengan tinggi kolom abu tertinggi mencapai 1.500 meter di atas puncak, Kamis (3/4/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar/am..)

Pantau - Pos Gunung Api Gunung Marapi melaporkan terjadi erupsi pada Senin pagi pukul 08.46 WIB yang melontarkan abu vulkanik setinggi sekitar 1,6 kilometer dari puncak gunung.

Gunung Marapi berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Petugas Pos Gunung Api Gunung Marapi Bilal Allegra Munbaits menyampaikan bahwa ketinggian kolom abu teramati mencapai sekitar 1,6 kilometer di atas puncak gunung.

Kolom abu vulkanik terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.

Erupsi tersebut juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum sekitar 30 milimeter.

Durasi erupsi tercatat berlangsung sekitar 33 detik.

Status Gunung Masih Level Waspada

Saat ini status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada tingkat Waspada atau Level II.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat di sekitar gunung.

PVMBG melarang masyarakat, wisatawan, maupun pengunjung melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung yaitu Kawah Verbeek.

Warga Diminta Waspadai Lahar Dingin

PVMBG juga mengingatkan adanya potensi ancaman lahar dingin bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi.

Potensi lahar dingin tersebut dapat terjadi terutama ketika hujan turun atau saat musim hujan.

Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan.

Penggunaan masker juga dianjurkan untuk mencegah risiko infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA akibat paparan abu vulkanik.

Penulis :
Ahmad Yusuf