
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan teknologi pemanfaatan limbah air lindi menjadi energi alternatif berupa biogas melalui riset di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Kebon Kongok di Lombok Barat.
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menyatakan riset tersebut dilakukan bersama Yayasan Rumah Energi dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
"Biogas tersebut ditargetkan untuk lokasi yang terdampak langsung dari adanya aktivitas TPA serta untuk mendukung fasilitas-fasilitas pendidikan, sosial, dan ibadah, yang ada di sekitar lokasi," ujarnya.
Pada tahun 2025 riset kolaborasi lintas lembaga tersebut berhasil menghasilkan prototipe mesin pengolah limbah air lindi.
Mesin tersebut mampu mengolah air lindi menjadi biogas serta pupuk cair organik.
Hasil penelitian menunjukkan air lindi yang selama ini dikenal sebagai limbah pencemar lingkungan dan berbau menyengat ternyata memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif.
"Di balik bau anyir air lindi ternyata tersimpan energi alternatif berupa biogas yang bermanfaat," kata Aryadi.
Potensi Energi dari Limbah TPA
TPA Kebon Kongok menampung sampah dari wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram.
Tempat tersebut menghasilkan air lindi sekitar 50 meter kubik setiap hari.
Aryadi menjelaskan limbah cair tersebut perlu diolah dengan teknologi yang tepat agar dapat menghasilkan energi biogas.
Biogas yang dihasilkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan energi puluhan hingga ratusan warga di sekitar lokasi TPA.
Selain menghasilkan energi biogas, pengolahan air lindi juga menghasilkan pupuk cair organik.
Pupuk tersebut dapat dimanfaatkan oleh para petani di wilayah sekitar.
Disiapkan Jaringan Distribusi untuk Warga
BRIDA NTB bersama Yayasan Rumah Energi dan aparatur Desa Sukamakmur telah mengadakan pembahasan mengenai mekanisme penyaluran biogas kepada masyarakat.
Pembahasan tersebut dilaksanakan pada 6 Maret 2026.
Pertemuan tersebut membahas tata cara penyaluran biogas dari hasil pengolahan air lindi ke rumah warga maupun fasilitas umum di sekitar TPA Kebon Kongok.
"Riset air lindi di TPA Kebon Kongok adalah satu-satunya yang ada di Indonesia saat ini dan akan menjadi percontohan bagi wilayah lain," ungkap Aryadi.
BRIDA NTB bersama tim peneliti juga akan melakukan pemetaan lokasi serta penyusunan denah titik instalasi jaringan biogas.
Pemerintah desa didorong untuk menyiapkan regulasi desa sebagai dasar pengelolaan dan pemanfaatan biogas oleh masyarakat.
Pengelolaan program tersebut juga direncanakan melibatkan Badan Usaha Milik Desa agar berjalan secara berkelanjutan.
"Kami mengimbau pemerintah desa melakukan manajemen risiko, analisis kemanfaatan, dan menerapkan prinsip keadilan dalam distribusi program biogas tersebut di lapangan," kata Aryadi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








