Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DKI Jakarta Gelar Gerakan Pangan Murah Tanpa Pembatasan Pembeli untuk Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DKI Jakarta Gelar Gerakan Pangan Murah Tanpa Pembatasan Pembeli untuk Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan
Foto: (Sumber : Tangkapan layar - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok dalam siniar terkait ketahanan pangan Ramadhan dan Lebaran yang dipantau di Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak membatasi warga dari kalangan tertentu untuk membeli bahan makanan melalui program Gerakan Pangan Murah yang digelar bersama BUMD pangan. Program Gerakan Pangan Murah tersebut dapat diakses oleh seluruh masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. "Tidak ada pembatasan masyarakat. Siapapun yang ingin membeli pangan dipersilahkan. Tetapi sebenarnya, target kami masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok. Pernyataan tersebut disampaikan Hasudungan Sidabalok dalam siniar yang membahas ketahanan pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Digelar di Berbagai Titik Bersama BUMD Pangan

Gerakan Pangan Murah diadakan untuk memperkuat ketahanan pangan di Jakarta. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat menekan potensi inflasi pangan di ibu kota. Program tersebut dilaksanakan oleh tiga BUMD pangan di Jakarta yaitu Food Station, Dharma Jaya, dan Pasar Jaya. Ketiga BUMD tersebut menggelar Gerakan Pangan Murah di sepuluh titik lokasi. Berbagai komoditas pangan dijual dalam program tersebut seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai. Selain itu tersedia juga bahan pokok lain seperti daging sapi, daging ayam, dan telur. Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dilakukan di berbagai lokasi seperti kantor kelurahan. Kegiatan juga digelar di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau RPTRA. Selain itu kegiatan dilaksanakan di kantor kecamatan dan kantor wali kota.

Harga di Bawah Pasar dan Stok Pangan Dipastikan Aman

Pemerintah menjamin kualitas produk pangan yang dijual dalam program tersebut. Harga bahan pangan yang dijual juga berada di bawah harga pasar. "Kualitas produk dijamin dan harganya di bawah harga pasar. Diharapkan intervensi tersebut dapat menekan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya. Sepanjang tahun 2025 sekitar 1.000 kali kegiatan Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan oleh BUMD pangan di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan stok pangan di wilayah Jakarta dalam kondisi aman. Dengan kondisi tersebut masyarakat diimbau tidak perlu panik terhadap ketersediaan pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran. Kebutuhan pangan seperti daging sapi dan daging ayam biasanya meningkat saat Ramadhan dan Lebaran. Kebutuhan daging sapi di Jakarta diperkirakan sekitar 2.200 ton per bulan. Kebutuhan daging ayam diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu ton per bulan pada Februari. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki stok daging sapi sekitar 8.000 ton. "Yang biasanya saat Lebaran atau Ramadhan, kebutuhan seperti daging sapi, daging ayam meningkat. Untuk kebutuhan daging sapi, kurang lebih 2.200 ton, daging ayam 10 ribu ton per bulan untuk Februari. Kami memiliki daging sapi 8.000 ton," ungkapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf