Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Lebaran 1447 H Dorong Konsumsi Nasional, Kemenperin Sebut Industri Makanan dan Minuman Alami Lonjakan Permintaan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Lebaran 1447 H Dorong Konsumsi Nasional, Kemenperin Sebut Industri Makanan dan Minuman Alami Lonjakan Permintaan
Foto: Inspektur Jenderal Kemenperin M Rum bersama Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika ditemui usai pembukaan Bazaar Lebaran di Jakarta, Selasa 10/3/2026 (sumber: ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)

Pantau - Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa momentum Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendorong kinerja berbagai sektor industri melalui peningkatan konsumsi masyarakat.

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian M Rum menyampaikan bahwa peningkatan konsumsi masyarakat selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri menjadi penggerak utama bagi sejumlah sektor industri di dalam negeri.

Ia menjelaskan bahwa sektor yang paling terdorong oleh peningkatan konsumsi tersebut antara lain industri makanan dan minuman, industri tekstil, serta industri pakaian jadi.

Aktivitas konsumsi masyarakat yang meningkat selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri turut memberikan kontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Kontribusi tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas usaha mikro, kecil dan menengah serta sektor industri pengolahan yang bergerak lebih aktif menjelang Lebaran.

Industri Makanan dan Minuman Alami Lonjakan Permintaan

Salah satu subsektor industri yang mengalami lonjakan permintaan menjelang Lebaran adalah industri makanan dan minuman.

Tingkat utilisasi industri makanan dan minuman menjelang Lebaran tercatat mencapai sekitar 80 persen.

Pelaku industri makanan dan minuman dalam negeri juga telah meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

"Industri makanan dan minuman dalam negeri telah meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri. Saat ini tingkat utilisasi industri makanan dan minuman berada pada kisaran 70–80 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata utilisasi normal sekitar 60 persen," ungkapnya.

Pada tahun 2025 sektor makanan dan minuman berkontribusi sebesar 52,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri nonmigas.

Sektor tersebut juga memberikan kontribusi sekitar 9 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

Pertumbuhan sektor makanan dan minuman pada tahun 2025 tercatat mencapai 4,95 persen.

Dari sisi perdagangan internasional, industri agro termasuk makanan dan minuman mencatat nilai ekspor sebesar 78,77 miliar dolar Amerika Serikat.

Nilai impor industri agro tercatat sebesar 21,19 miliar dolar Amerika Serikat.

Dengan demikian sektor tersebut menghasilkan surplus neraca dagang sebesar 57,58 miliar dolar Amerika Serikat.

Hilirisasi Industri Agro Terus Diperkuat

Realisasi investasi di sektor industri agro pada tahun 2025 mencapai Rp191,7 triliun.

Investasi tersebut mampu menyerap sekitar 10 juta tenaga kerja hingga Agustus 2025.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor agro tetap menjadi salah satu sektor yang diminati investor.

Sektor agro juga berperan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk memperkuat struktur industri agro, pemerintah terus menjalankan kebijakan hilirisasi berbasis sumber daya alam dalam negeri.

Kebijakan tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan sektor hulu dan hilir dalam satu ekosistem industri yang saling terhubung.

Integrasi tersebut bertujuan menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Melalui pendekatan klaster berbasis wilayah, komoditas unggulan seperti kakao, sagu, dan kelapa diarahkan untuk diolah menjadi berbagai produk turunan.

Produk turunan tersebut meliputi sektor pangan, farmasi, kosmetik, hingga bioenergi.

Strategi hilirisasi ini diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas hingga ratusan kali lipat dibandingkan penjualan bahan mentah.

Kemenperin Gelar Bazar Lebaran 2026

Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan konsumsi produk dalam negeri, Kementerian Perindustrian menggelar Bazar Lebaran 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 10 hingga 13 Maret 2026 di Plaza Pameran Industri Kementerian Perindustrian di Jakarta.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa kegiatan bazar tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan untuk memajukan sektor industri agro nasional.

Bazar Lebaran Kemenperin tahun 2026 diikuti oleh 80 perusahaan.

Peserta bazar terdiri dari industri besar, industri menengah, serta usaha mikro, kecil dan menengah.

Berbagai perusahaan tersebut memasarkan beragam produk kepada masyarakat selama pelaksanaan bazar.

Penulis :
Shila Glorya