Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KBRI Beijing Ajak Perusahaan Hunan Berinvestasi di Indonesia Lewat Forum Bisnis di Changsha

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KBRI Beijing Ajak Perusahaan Hunan Berinvestasi di Indonesia Lewat Forum Bisnis di Changsha
Foto: Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun dalam acara "Indonesia – China Business Dialogue" di Changsha, provinsi Hunan, China, Selasa 10/3/2026 (sumber: ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mengundang berbagai perusahaan swasta dari Provinsi Hunan, China, untuk memperluas kerja sama bisnis dan investasi di Indonesia dalam forum Indonesia – China Business Dialogue yang digelar di Changsha pada Selasa, 10 Maret 2026.

Acara tersebut dihadiri sekitar 200 pengusaha dari China dan Indonesia serta diselenggarakan oleh KBRI Beijing bekerja sama dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Beijing.

Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyatakan bahwa Hunan memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi konstruksi yang telah banyak digunakan di Indonesia.

"Sebagai salah satu pusat konstruksi di China, teknologi dan keahlian Hunan melalui berbagai industrinya telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Acara hari ini pun bertujuan agar rekan-rekan dapat mengetahui peluang-peluang baru di Indonesia, sekaligus memperoleh wawasan para pelaku utama dalam kerja sama ekonomi Indonesia–China", ungkapnya.

Djauhari juga menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi dari China mencerminkan tingkat kepercayaan yang kuat dari komunitas bisnis China terhadap perekonomian Indonesia.

Investasi yang berasal dari Provinsi Hunan ke Indonesia pada 2025 tercatat mendekati 2,5 miliar dolar AS.

Volume perdagangan antara Provinsi Hunan dan Indonesia juga mencapai sekitar 3,4 miliar dolar AS yang bahkan melampaui nilai perdagangan Hunan dengan beberapa negara di Eropa Barat.

Secara keseluruhan nilai perdagangan Indonesia dan China pada 2025 mencapai 167,48 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke China meningkat sebesar 16,7 persen.

Investasi dari China daratan dan Hong Kong ke Indonesia pada periode yang sama tercatat mencapai 18,1 miliar dolar AS.

Kerja Sama Infrastruktur hingga Energi

Djauhari menjelaskan bahwa investasi China dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan di Indonesia.

Ia mencontohkan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung sebagai salah satu proyek strategis hasil kerja sama kedua negara.

Selain itu kedua negara juga bekerja sama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang mencakup hilirisasi mineral hingga produksi baterai.

Kerja sama lain juga berlangsung dalam bidang transisi energi yang terus diperkuat di tengah tantangan global.

"Melalui setiap tahap kerja sama, kemitraan kita terus berkembang menjadi semakin kuat dan tangguh. Ketangguhan ini sangat penting ketika kita menghadapi lingkungan global yang semakin tidak pasti", ujarnya.

Hunan Usulkan Empat Langkah Penguatan Ekonomi

Direktur Jenderal Kantor Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Hunan Guo Ning menyampaikan bahwa hubungan ekonomi antara Hunan dan Indonesia semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mencontohkan kunjungan delegasi yang dipimpin Gubernur Hunan Mao Weiming ke Indonesia pada 2023 yang kemudian dibalas dengan kunjungan berbagai lembaga pemerintah Indonesia ke Hunan.

Delegasi tersebut antara lain berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta kementerian yang membidangi urusan pangan dan sejumlah lembaga lainnya.

Berdasarkan data bea cukai Provinsi Hunan, nilai total impor dan ekspor antara Hunan dan Indonesia pada 2025 mencapai 23,17 miliar RMB atau sekitar 3,36 miliar dolar AS.

Nilai tersebut meningkat sebesar 30,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Indonesia kini telah mantap menjadi salah satu mitra dagang terpenting Hunan di kawasan ASEAN. Hal ini sepenuhnya membuktikan ketahanan pasar kedua negara serta potensi besar yang dimiliki, dan itu juga tercermin dari lebih dari 130 perusahaan Hunan yang hadir pada forum hari ini", kata Guo Ning.

Guo Ning juga mengusulkan empat langkah untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Hunan dan Indonesia.

Langkah pertama adalah memperdalam sinergi industri antara kedua pihak.

"Kami juga mengundang perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memperkuat keterkaitan industri dengan perusahaan Hunan, bersama-sama mengembangkan pasar, dan membangun pola kerja sama industri lintas negara yang saling menguntungkan dengan memadukan sumber daya Indonesia dan teknologi Hunan", ungkapnya.

Langkah kedua adalah memperkuat integrasi pertanian modern dengan memanfaatkan keunggulan Hunan dalam teknologi padi hibrida dan mesin pertanian modern.

Teknologi tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi pangan di Indonesia sekaligus membuka peluang ekspor produk pertanian Indonesia ke pasar Hunan.

Langkah ketiga adalah memperkuat pengembangan tenaga terampil melalui pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis pada proyek-proyek perusahaan Hunan di Indonesia.

"Seiring bertambahnya proyek perusahaan Hunan di Indonesia, kebutuhan akan tenaga teknis lokal semakin besar. Hunan bersedia memanfaatkan keunggulan pendidikan vokasi untuk membantu Indonesia membina tenaga terampil berkualifikasi tinggi secara khusus sesuai kebutuhan di bidang energi baru dan otomasi", ujarnya.

Langkah keempat adalah memperluas pertukaran masyarakat antara kedua wilayah yang kini semakin mudah setelah dibukanya rute penerbangan langsung Changsha–Jakarta pada Desember 2025.

"Pembukaan rute ini juga didorong oleh kebutuhan kuat dari perusahaan-perusahaan Hunan yang berinvestasi di Indonesia, sehingga pemerintah provinsi kami memfasilitasi pembukaan penerbangan tersebut. Kehadiran rute ini sangat memudahkan mobilitas masyarakat", jelas Guo Ning.

Dalam forum dialog tersebut juga digelar seminar yang menghadirkan sejumlah panelis untuk membahas strategi berbisnis di Indonesia.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara perusahaan baterai lithium CNGR dari Hunan dengan Universitas Gadjah Mada.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pertemuan langsung atau one-on-one session antara pemangku kepentingan dari Indonesia dan Provinsi Hunan.

Penulis :
Shila Glorya