Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ratusan Penyintas Banjir Bandang Aceh Tamiang Terima Bantuan Dana Tunggu Hunian

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Ratusan Penyintas Banjir Bandang Aceh Tamiang Terima Bantuan Dana Tunggu Hunian
Foto: Ilustrasi: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyalami warga terdampak bencana banjir di sela penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan hunian sementara (huntara) secara simbolis di Gampong (sebutan kampung) Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Kamis 29/1/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Sebanyak 259 keluarga penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

259 Keluarga Penyintas Terima Bantuan DTH

Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.

Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp1,8 juta untuk periode tiga bulan yang terhitung mulai Januari hingga Maret 2026.

Bantuan DTH diperuntukkan bagi keluarga yang memilih menyewa rumah atau tinggal sementara di rumah kerabat hingga hunian tetap selesai dibangun.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bantuan tersebut akan terus diberikan sampai pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak selesai dilakukan.

"Bantuan DTH akan diberikan sampai rumah hunian tetapnya selesai dibangun," ungkapnya.

Total keluarga penyintas bencana yang menjadi calon penerima bantuan DTH di Kecamatan Rantau mencapai 968 keluarga.

Sebanyak 259 keluarga yang menerima bantuan saat ini merupakan bagian dari total calon penerima tersebut.

Pemerintah Siapkan Hunian Sementara dan Hunian Tetap

Selain menyalurkan bantuan DTH, BNPB juga memberikan bantuan bahan pokok kepada warga terdampak bencana.

BNPB turut menyalurkan bingkisan khusus bagi anak-anak penyintas bencana.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak selama masa pemulihan.

Bantuan juga diharapkan membantu warga menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan lebih baik.

Suharyanto yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menjelaskan pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.

Hunian tetap tersebut dapat dibangun melalui dua skema yaitu pembangunan di lokasi semula atau insitu dan pembangunan secara terpusat.

Hunian tetap insitu akan dibangun oleh BNPB di lahan milik warga atau di lokasi rumah yang rusak akibat bencana.

Sementara itu hunian tetap terpusat akan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di lahan yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Di sisi lain Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang masih memfokuskan upaya percepatan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.

Hunian sementara diprioritaskan bagi warga yang masih tinggal di tenda pengungsian.

Data sementara menunjukkan sebanyak 2.248 unit hunian sementara telah selesai dibangun.

Hunian sementara tersebut diharapkan dapat segera ditempati oleh warga sebelum nantinya pindah ke hunian tetap yang sedang dipersiapkan pemerintah.

Penulis :
Leon Weldrick