Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BI Bengkulu Kirim Dua Ton Limbah Racik Uang Tiap Bulan untuk Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BI Bengkulu Kirim Dua Ton Limbah Racik Uang Tiap Bulan untuk Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat (sumber: ANTARA/Boyke Ledy Watra)

Pantau - Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mengirimkan limbah racik uang kertas sekitar dua ton setiap bulan untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik melalui kerja sama dengan PT PLN.

Pemanfaatan Limbah Racik Uang

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan limbah racik tersebut berasal dari proses pemusnahan uang yang sudah tidak layak edar setelah kembali dari peredaran masyarakat.

"Rata-rata per bulan kita meracik uang mungkin sekitar dua ton dan limbahnya dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik,".

Menurut Wahyu Yuwana, limbah racik merupakan hasil penghancuran uang rusak atau lusuh yang tidak dapat digunakan kembali dalam transaksi.

Limbah racik uang dari Bank Indonesia Bengkulu kemudian dikirim ke pembangkit listrik milik PT PLN Nusantara Power di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Daya Bakar Tinggi

Hasil uji laboratorium menunjukkan limbah racik uang memiliki kualitas daya bakar yang cukup tinggi.

"Kualitas limbah racik ini setara sekitar 80 persen batu bara sehingga daya bakarnya sangat baik,".

Ia juga menyebutkan bahwa setiap satu kilogram limbah racik uang mampu menghasilkan sekitar satu kilowatt energi listrik ketika digunakan sebagai bahan bakar pembangkit.

Pada tahap awal kerja sama, Bank Indonesia Bengkulu telah mengirimkan sekitar sembilan ton limbah racik uang.

Dari jumlah tersebut, energi listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 9.000 kilowatt.

Pola Zero Waste

Pemanfaatan limbah racik uang ini diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dari proses pemusnahan uang sekaligus memberikan nilai tambah dari limbah yang dihasilkan.

Limbah tersebut dapat diolah dengan pola zero waste.

Abu sisa pembakaran dari limbah racik uang juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.

Produk yang dihasilkan dari abu sisa pembakaran antara lain batako, roster, hingga paving block yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pembangunan.

Penulis :
Leon Weldrick