Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Rencanakan Utusan Khusus untuk Awasi BUMN

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Prabowo Rencanakan Utusan Khusus untuk Awasi BUMN
Foto: (Sumber : Presiden Prabowo Subianto menyapa pegawai Danantara saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Presiden Prabowo mengatakan Danantara memiliki Return on Assets (ROA) yang telah meningkat hingga 300 persen sepanjang tahun 2025. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto berencana menempatkan utusan khusus presiden untuk ikut mengawasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan milik negara.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan kekayaan negara berjalan dengan baik serta mencegah kebocoran aset negara.

Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan pada acara HUT ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara Jakarta pada Rabu 11 Maret 2026.

"Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden, dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola. Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah," kata Prabowo.

Presiden menilai pengawasan yang kuat sangat diperlukan agar kekayaan negara tidak disalahgunakan atau dikelola secara tidak optimal.

Ia mencontohkan banyak negara yang sebenarnya memiliki kekayaan besar tetapi mengalami kerugian karena pengawasan yang lemah dan pengelolaan yang tidak baik.

Prabowo juga berpesan kepada jajaran pimpinan dan pengawas Danantara untuk menjaga lembaga tersebut sebagai sovereign wealth fund milik Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Danantara mengelola kekayaan negara yang menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia.

"Saya titip kewaspadaan, eling dan waspada. Jaga diri masing-masing. Ingat, harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat di pundak saudara-saudara. Saudara menjaga, saudara mengelola kekayaan anak dan cucu dan cicit kita," kata Prabowo.

Presiden juga mengingatkan bahwa banyak sovereign wealth fund di berbagai negara mengalami kerugian akibat manajemen yang tidak baik.

Menurutnya Danantara merupakan salah satu lembaga yang paling diawasi di Indonesia.

Pengawasan terhadap Danantara dilakukan oleh Dewan Pengawas yang terdiri dari sejumlah pejabat tinggi negara termasuk para menteri koordinator.

Selain itu pengawasan juga melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan, Kepolisian, serta Panglima TNI.

"Saya yakin dan percaya kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa," ujar Prabowo kepada para pimpinan Danantara dan BUMN dalam acara tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf