
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi bermagnitudo 5,3 yang mengguncang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada Jumat pagi dipicu oleh aktivitas Sesar Adang.
Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal.
Gempa terjadi akibat aktivitas Sesar Adang berdasarkan hasil analisis terhadap lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.
Rahmat Triyono mengatakan bahwa "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip".
Gempa tektonik tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi pada Jumat pukul 03.04 WIB.
Waktu kejadian gempa terjadi beberapa saat menjelang waktu sahur bagi warga yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
BMKG mencatat episenter gempa berada di darat di wilayah Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Kedalaman gempa tercatat sekitar 10 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan di wilayah Sintang dan Sanggau dengan skala intensitas III MMI.
Intensitas tersebut menggambarkan getaran yang terasa nyata di dalam rumah seperti truk yang sedang melintas.
Getaran juga dirasakan di wilayah Katingan dan Melawi dengan skala intensitas II MMI.
Pada intensitas tersebut getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG menyatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa tersebut.
Hasil pemodelan BMKG juga menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
- Penulis :
- Aditya Yohan







