Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KAI Daop 2 Bandung Awasi 55 Titik Rawan Jalur Kereta Saat Mudik Lebaran 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KAI Daop 2 Bandung Awasi 55 Titik Rawan Jalur Kereta Saat Mudik Lebaran 2026
Foto: Direktur Operasi PT KAI Awan Hermawan Purwadinata, Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 2 Bandung Hendra Wahyono, Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo memberikan keterangan di Kompleks Stasiun Bandung, Jawa Barat, Jumat 13/3/2026 (sumber: ANTARA/Ricky Prayoga)

Pantau - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung melakukan pengawasan khusus terhadap 55 titik rawan di sepanjang jalur kereta api selama masa mudik Lebaran 2026 guna mengantisipasi potensi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem.

Pengawasan Titik Rawan Jalur Kereta

Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung Hendra Wahyono mengatakan pengawasan dilakukan karena sejumlah jalur memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam seperti tanah labil, longsor, banjir, hingga jembatan yang berisiko.

Ia menyebut dari total 55 titik rawan tersebut, salah satu lokasi paling kritis berada di jembatan Ciganea, Purwakarta.

Hendra mengatakan, "Lokasi kritis di Ciganea Purwakarta, itu titik kritis terhadap jembatan. Jembatan itu kita pantau khusus karena sungainya arusnya cukup besar juga dengan kondisi hujan yang masih tinggi, itu kita pantau khusus."

Selain Ciganea, sejumlah titik lain yang masuk kategori kritis berada di Rancaekek, Cimekar, Cicalengka, serta jalur Lampegan - Cibogor.

Lokasi-lokasi tersebut dipantau secara intensif karena berpotensi mengganggu perjalanan kereta terutama saat terjadi cuaca ekstrem.

Untuk mengantisipasi gangguan, KAI menempatkan petugas tambahan langsung di area rawan bencana.

KAI juga menyiapkan alat material untuk siaga atau AMUS di beberapa lokasi strategis guna mempercepat penanganan jika terjadi gangguan jalur.

AMUS disiagakan di wilayah Purwakarta, Bandung, dan Tasikmalaya.

Material balas juga ditempatkan di Tasikmalaya dan Cibungur untuk mempercepat proses perbaikan jalur bila terjadi kerusakan.

Selain itu, KAI memanfaatkan teknologi sensor untuk memantau pergerakan tanah di wilayah yang memiliki potensi gerakan tanah labil.

Sensor tersebut saat ini dipasang di wilayah Bumi Waluya.

Hendra menjelaskan, "Kalau teknologi itu yang kita pakai itu di Bumi Waluya, itu juga alatnya dari PJKA, tapi real time-nya belum ya masih berupa sensor."

Ribuan Personel dan Layanan Mudik Disiapkan

Dalam menghadapi masa mudik Lebaran 2026, Daop 2 Bandung mengerahkan sekitar 1.700 personel internal.

Jumlah tersebut ditambah tenaga outsourcing sehingga total petugas yang disiagakan mencapai sekitar 3.000 orang.

Sekitar 150 petugas tambahan ditempatkan secara khusus di titik-titik rawan.

Untuk pengamanan, Daop 2 Bandung juga didukung oleh 778 personel gabungan.

Personel tersebut terdiri dari 698 anggota Polsuska dan petugas keamanan, 19 personel kewilayahan yaitu Babinkamtibmas dan Babinsa, serta 61 personel pengamanan eksternal.

Pada lini operasional keselamatan perjalanan kereta, Daop 2 Bandung menyiagakan 154 petugas tambahan.

Petugas tersebut terdiri dari 58 pemeriksa jalur ekstra, 57 penjaga perlintasan ekstra, dan 35 petugas penjagaan daerah pantauan khusus atau Dapsus.

Sebanyak 14 petugas Customer Service Mobile juga disiagakan di sejumlah stasiun utama seperti Cimahi, Bandung, Kiaracondong, dan Tasikmalaya.

KAI juga menyiapkan 12 posko kesehatan yang dilengkapi dokter umum, paramedis, ambulans, serta perangkat Automated External Defibrillator (AED).

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung menyediakan total kapasitas 345.840 tempat duduk.

Rata-rata kapasitas yang tersedia setiap hari mencapai sekitar 15.720 tempat duduk yang dilayani oleh 28 perjalanan kereta api.

Perjalanan tersebut terdiri dari 24 perjalanan reguler dan empat perjalanan tambahan.

Hingga 12 Maret 2026, penjualan tiket telah mencapai 233.872 tiket atau sekitar 67,6 persen dari total kapasitas.

Tiket promo diskon 30 persen juga telah terjual sebanyak 54.462 tiket.

Beberapa rute favorit dalam program promo tersebut dilayani oleh KA Kahuripan, KA Tambahan Kiaracondong - Surabaya Gubeng, KA Cikuray, KA Kutojaya Selatan, KA Malabar, dan KA Harina.

Untuk mendukung operasional selama masa mudik, Daop 2 Bandung menyiapkan 31 lokomotif, 241 kereta, serta empat trainset KRDE.

Fasilitas pengenal wajah juga telah diterapkan di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong guna mempercepat layanan penumpang.

Selain itu, layanan pembatalan tiket di lima stasiun turut dioptimalkan untuk mengurangi antrean dan mempermudah pelayanan pelanggan.

Penulis :
Leon Weldrick