Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Haji Tegaskan Komitmen Layanan Haji Inklusif bagi Lansia, Perempuan, dan Disabilitas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian Haji Tegaskan Komitmen Layanan Haji Inklusif bagi Lansia, Perempuan, dan Disabilitas
Foto: (Sumber : Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo. ANTARA/HO-Kemenhaj.)

Pantau - Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan ibadah haji yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh jamaah Indonesia termasuk lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Puji Raharjo menyatakan bahwa upaya perbaikan regulasi terus diarahkan pada prinsip inklusivitas dalam pelayanan haji.

"Alhamdulillah kita dalam perbaikan regulasi terus digaungkan tentang inklusivitas. Kalau haji bukan hanya urusan laki-laki saja, tetapi juga harus ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan," ujarnya.

Puji Raharjo menegaskan bahwa prinsip utama pelayanan haji Indonesia didasarkan pada nilai aman, manusiawi, dan aksesibel bagi seluruh jamaah Indonesia.

Prinsip tersebut menjadi dasar dalam penguatan layanan haji yang semakin inklusif.

"Kami terus mengedepankan dan memperluas koordinasi serta kolaborasi dengan seluruh organisasi dan lembaga disabilitas, sehingga kita dapat memberikan ruang yang sama dan ke depan pelayanan jemaah haji menjadi semakin inklusif," kata Puji Raharjo.

Komnas Disabilitas Apresiasi Respons Kementerian

Ketua Komisi Nasional Disabilitas Dante Rigmalia mengapresiasi respons cepat Kementerian Haji dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi terkait layanan haji bagi penyandang disabilitas.

"Kementerian Haji ketika kami memberikan solusi langsung dilakukan. Pada penyelenggaraan haji sebelumnya, pelayanan Daker Mekkah 2025 bahkan mendapat apresiasi dari perwakilan Kementerian Haji Arab Saudi," ujarnya.

Dante juga menilai beberapa layanan dalam penyelenggaraan haji sudah menunjukkan perbaikan.

Salah satu perbaikan yang dinilai positif adalah penyediaan konsumsi bagi jamaah yang memiliki kebutuhan khusus.

"Makanan untuk lansia dan jamaah disabilitas juga sudah cukup baik. Ini menunjukkan adanya perhatian terhadap kebutuhan khusus jamaah," katanya.

Pendampingan Jamaah Disabilitas Dinilai Perlu Diperkuat

Meski demikian Dante menekankan masih ada beberapa aspek yang perlu terus diperkuat dalam pelayanan haji.

Salah satu aspek penting yang dinilai masih perlu diperbaiki adalah pendampingan khusus bagi jamaah disabilitas selama menjalankan ibadah haji.

Menurutnya jamaah disabilitas yang membutuhkan kursi roda tidak boleh terpisah dari pendampingnya.

"Perlu pendampingan khusus untuk jamaah disabilitas. Misalnya jemaah yang membutuhkan kursi roda, jangan sampai terpisah dengan pendampingnya, karena itu sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan mereka," ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan