Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kasus Campak di Bantul Meningkat pada Awal 2026, Dinkes Pastikan Tidak Ada Korban Meninggal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kasus Campak di Bantul Meningkat pada Awal 2026, Dinkes Pastikan Tidak Ada Korban Meninggal
Foto: (Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik.)

Pantau - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan tidak ada kasus meninggal dunia akibat penyakit campak meskipun jumlah kasus tercatat mengalami peningkatan pada awal tahun 2026.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul Samsu Aryanto menyampaikan bahwa selama periode Januari hingga 12 Maret 2026 tercatat sebanyak 17 kasus campak di wilayah tersebut.

Sementara itu pada tahun 2025 jumlah kasus campak tercatat sebanyak 14 kasus.

Ia menyampaikan "Tidak ada yang menjalani perawatan, dan kondisinya sudah sembuh, hanya hasil dari laboratorium menunjukkan itu adalah campak, dan tidak ada yang meninggal", ungkapnya.

Kasus campak yang ditemukan pada tahun 2025 juga tidak menimbulkan korban meninggal dunia.

Samsu Aryanto menjelaskan bahwa meskipun jumlah kasus mengalami peningkatan, tidak terdapat keterkaitan secara epidemiologi yang menunjukkan kejadian luar biasa.

Ia menyampaikan "Memang kalau melihat kasus ada peningkatan, tetapi tidak ada kaitan secara epidemiologi. Jadi, bukan KLB kejadian luar biasa. Namun, memang ada peningkatan kasus yang kebetulan menyebar", ujarnya.

Sebaran Kasus di Delapan Kecamatan

Sebaran kasus campak pada tahun 2026 ditemukan di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Bantul.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Banguntapan, Dlingo, Kasihan, Pandak, Piyungan, Pleret, Sewon, dan Srandakan.

Kecamatan Banguntapan menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak yaitu lima kasus.

Program Imunisasi untuk Mencegah Penularan

Sebagai langkah pencegahan agar penularan campak tidak semakin meluas, pemerintah daerah menyiapkan program imunisasi terbatas.

Imunisasi campak akan diberikan kepada anak berusia sembilan bulan hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi.

Samsu Aryanto menyampaikan "Karena memang campak ini gampang menular. Oleh karena itu, kita akan segera lakukan imunisasi terbatas", jelasnya.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.

Gejala tersebut antara lain batuk, pilek, serta mata kemerahan.

Masyarakat yang mengalami gejala juga disarankan untuk sementara tidak melakukan kontak dengan orang lain.

Hal tersebut karena penularan campak dapat terjadi melalui kontak langsung.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Penulis :
Aditya Yohan