
Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Danantara Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memperkuat fondasi riset serta ekosistem industri semikonduktor nasional melalui workshop yang digelar di Jakarta pada Jumat, 14 Maret 2026.
Kolaborasi Bangun Ekosistem Semikonduktor
Workshop bertajuk Percepatan Pengembangan Ekosistem Industri dan Riset Semikonduktor Nasional tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, hingga pelaku industri.
Pertemuan ini bertujuan menyusun arah pengembangan industri semikonduktor nasional yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan momentum pengembangan industri semikonduktor nasional masih sangat terbuka di tengah perubahan industri global.
" Tidak ada kata terlambat dalam membangun industri semikonduktor nasional. Saat ini dunia memasuki babak baru, khususnya pada pengembangan chip kecerdasan buatan. Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk masuk pada momentum yang tepat dengan landasan kolaborasi, penguatan talenta, dan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan industri," ungkapnya.
Sigit menjelaskan pengembangan ekosistem semikonduktor nasional memerlukan orkestrasi kuat dari berbagai aspek.
Ia menyebut sejumlah aspek penting meliputi penetapan daftar produk prioritas, pengembangan desain chip, kesiapan fasilitas fabrikasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga penyusunan model bisnis dan valuasi ekonomi.
Dukungan Regulasi dan Peta Jalan Industri
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan pemerintah siap memberikan dukungan penuh melalui regulasi dan standardisasi.
" Yang kita butuhkan sekarang adalah kejelasan produk prioritas, desain, peta jalan, dan pembagian peran yang terorkestrasi dengan baik," katanya.
Brian memastikan pemerintah akan mendukung dari sisi regulasi dan standardisasi agar pengembangan industri semikonduktor nasional dapat bergerak lebih cepat menuju tahap komersial.
Ia menegaskan peran industri sangat penting karena yang sedang dibangun bukan sekadar proyek riset, melainkan proyek investasi yang harus menghasilkan produk yang layak secara ekonomi dan dapat dipasarkan secara komersial.
Menurutnya pengembangan industri semikonduktor nasional membutuhkan kerja sama erat dari berbagai pemangku kepentingan.
Perguruan tinggi dan lembaga penelitian diharapkan tetap menjadi sumber inovasi serta penguatan basis teknologi nasional.
Sementara itu industri memiliki peran penting dalam mengarahkan kebutuhan pasar, mempercepat adopsi teknologi, serta memastikan inovasi yang dikembangkan memiliki kelayakan ekonomi.
Penguatan ekosistem ini juga sejalan dengan langkah Indonesia dalam membangun fondasi industri semikonduktor nasional melalui kemitraan strategis dengan industri global.
Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat kemampuan nasional dalam rantai nilai semikonduktor, terutama dalam penguasaan desain chip dan pengembangan produk.
Targetkan Produk Prioritas Nasional
Workshop tersebut menargetkan tiga hasil utama yakni penetapan produk semikonduktor prioritas nasional, penyusunan rencana pengembangan talenta semikonduktor, serta perumusan peta jalan kolaborasi selama lima tahun.
Peta jalan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses hilirisasi sekaligus memperkuat ekosistem industri semikonduktor nasional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk mendorong lahirnya produk semikonduktor unggulan Indonesia yang siap memasuki tahap pengembangan lanjutan, industrialisasi, serta pemanfaatan di berbagai sektor strategis nasional.
- Penulis :
- Arian Mesa







