
Pantau - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tercatat mengalami erupsi sebanyak 11 kali pada Minggu pagi dengan tinggi letusan mencapai hingga 1.200 meter di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.20 WIB dengan visual letusan tidak teramati.
Saat laporan dibuat aktivitas erupsi masih berlangsung dan beberapa letusan tidak terlihat secara visual.
Letusan tertinggi terjadi pada erupsi pukul 05.47 WIB.
Kolom letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak atau sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto melaporkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan.
Erupsi Terekam Seismograf
Saat laporan dibuat aktivitas erupsi masih berlangsung.
Erupsi ke-11 terjadi pada pukul 06.32 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara.
Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter.
Durasi getaran erupsi tercatat selama 133 detik.
Status Gunung Semeru Siaga
Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
Larangan tersebut karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Warga diimbau mewaspadai potensi awan panas guguran lava dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Potensi bahaya tersebut terutama berada di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.
- Penulis :
- Gerry Eka







