
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberangkatkan lebih dari 16 ribu peserta dalam program mudik Lebaran gratis 2026 bagi warga Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Pelepasan para pemudik dilakukan di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan sekitar 325 bus disiapkan untuk mengangkut para peserta mudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.
Ia menyebut total peserta yang diberangkatkan mencapai sekitar 16.870 orang.
"Hari ini kami bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah serta berbagai stakeholder melepas pemudik. Ada sekitar 325 bus yang kita siapkan untuk mengangkut hampir 16.870 warga yang akan mudik ke Jawa Tengah", ungkapnya.
Program untuk Pekerja Perantau
Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa program mudik gratis tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat Jawa Tengah yang bekerja di perantauan.
Program ini juga bertujuan membantu masyarakat agar dapat pulang kampung dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Ia menyebut jumlah armada bus pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyediakan sekitar 270 bus.
Peningkatan armada dilakukan karena minat masyarakat terhadap program mudik gratis terus meningkat setiap tahun.
Selain bus, pemerintah juga menyiapkan moda transportasi lain untuk membantu para pemudik.
"Besok juga sudah kami siapkan tujuh gerbong kereta api gratis untuk masyarakat yang akan pulang kampung", jelasnya.
Pendaftaran Dilakukan Secara Daring
Program mudik gratis ini menyasar berbagai kalangan pekerja informal yang merantau di Jakarta dan sekitarnya.
Peserta program antara lain pengemudi ojek online, pedagang bakso, pekerja warteg, pembantu rumah tangga, kuli bangunan, hingga mahasiswa.
"Mereka ini adalah pekerja informal yang berjuang di perantauan. Negara harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mereka pulang kampung", ujarnya.
Ahmad Luthfi menjelaskan proses pendaftaran program mudik gratis dilakukan secara daring melalui aplikasi yang disediakan pemerintah daerah.
"Pendaftaran sudah dilakukan secara online melalui aplikasi. Semua sudah diatur melalui sistem yang jelas", katanya.
Ia berharap program ini tidak hanya membantu masyarakat pulang kampung tetapi juga memperkuat tradisi mudik sebagai momen silaturahmi keluarga saat Lebaran.
Selain itu arus mudik juga diharapkan dapat mendorong perputaran orang, barang, dan uang di daerah sehingga membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Dalam acara pelepasan pemudik tersebut turut hadir para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.
Hadir pula perwakilan dari DPR Provinsi Jawa Tengah serta Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








