Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Korban Bencana di Sumatera, Fokus Hunian dan Pemulihan Ekonomi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Korban Bencana di Sumatera, Fokus Hunian dan Pemulihan Ekonomi
Foto: (Sumber : Dokumentasi bantuan sosial tahap II untuk korban bencana Sumatera. (ANTARA/HO-Satgas PRR).)

Pantau - Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyatakan pemerintah mempercepat penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera secara bertahap dan berbasis data akurat.

Bantuan telah disalurkan dalam dua gelombang kepada masyarakat terdampak untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif.

"Penanganan pascabencana ini dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama fokus pada kerusakan hunian, sedangkan gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jatah hidup, stimulan ekonomi, dan bantuan perabotan rumah tangga," kata Safrizal Zakaria Ali.

Gelombang pertama difokuskan pada bantuan perbaikan dan rehabilitasi hunian warga yang terdampak bencana.

Sementara gelombang kedua mencakup bantuan perorangan seperti jatah hidup, stimulan ekonomi, serta bantuan isi rumah tangga.

Pada tahap ini, Aceh Timur menerima bantuan lebih dari Rp100 miliar yang diserahkan secara simbolis kepada masyarakat.

Mendagri menekankan pentingnya data yang akurat sebagai dasar utama percepatan penyaluran bantuan.

"Pendataan harus benar dan akurat, karena dari data itulah seluruh dukungan pemerintah dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang berhak," kata Safrizal.

Bantuan stimulan ekonomi dinilai mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

"Dana stimulan ekonomi, jatah hidup, dan bantuan lainnya akan meningkatkan daya beli masyarakat. Ketika dana itu dibelanjakan, perputaran ekonomi di daerah juga akan ikut bergerak," ujarnya.

Pemerintah daerah diminta segera menuntaskan pendataan rumah terdampak agar proses pembangunan hunian dapat dilakukan.

Pembentukan tim khusus serta dukungan pendanaan dan tenaga lapangan dinilai penting untuk mempercepat proses tersebut.

Upaya ini diharapkan tidak hanya membantu korban bangkit dari bencana, tetapi juga menggerakkan kembali ekonomi lokal.

Penulis :
Aditya Yohan