Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Restrukturisasi BUMN Karya Hampir Final, Siap Masuk Fase Konsolidasi Tiga Lini Bisnis Utama

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Restrukturisasi BUMN Karya Hampir Final, Siap Masuk Fase Konsolidasi Tiga Lini Bisnis Utama
Foto: (Sumber : Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026). (ANTARA/Fathur Rochman).)

Pantau - Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyatakan proses restrukturisasi BUMN Karya telah hampir mencapai tahap final dan selanjutnya akan memasuki fase konsolidasi untuk memperkuat kinerja perusahaan.

Konsolidasi tersebut akan difokuskan pada tiga core bisnis utama yakni konstruksi building, infrastruktur, dan engineering procurement and construction (EPC).

"Mereka BUMN Karya kan saat ini sudah melakukan restrukturisasi, sudah hampir final. Kita sudah lakukan impairment juga terhadap bolong bolong bukunya. Kemudian restrukturisasi terhadap hutang hutangnya. Setelah ini mereka masuk ke fase konsolidasi," ujar Dony.

Restrukturisasi diawali dengan perbaikan fundamental perusahaan melalui langkah impairment pada laporan keuangan.

Selain itu, dilakukan juga penataan ulang utang untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan.

Langkah ini menjadi dasar sebelum BUMN Karya memasuki tahap konsolidasi berbasis kompetensi masing-masing entitas.

Konsolidasi diharapkan mampu memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.

Dony optimistis langkah restrukturisasi dan konsolidasi ini akan membawa perbaikan signifikan bagi masa depan BUMN Karya.

Selain peningkatan kinerja, perbaikan juga diarahkan pada tata kelola perusahaan yang lebih baik.

BUMN Karya akan dijalankan dengan prinsip transparansi dan keterbukaan kepada publik.

"Kalau ada yang tidak baik, tidak benar, langsung diangkat saja. Tidak apa apa. Kan itu bentuk daripada kontrol terhadap BUMN BUMN yang memang milik rakyat," ujar Dony.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan BUMN.

Penulis :
Aditya Yohan