
Pantau - Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan pendidikan inklusif melalui peningkatan keterampilan guru agar layanan pendidikan berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh warga negara.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta pada Senin, 16 Maret 2026.
Lestari Moerdijat menyatakan bahwa "Untuk mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi setiap warga negara, upaya peningkatan jumlah guru yang mampu mendidik anak berkebutuhan khusus harus segera direalisasikan".
Kekurangan Guru Pembimbing Khusus
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per September 2025 terdapat 363.921 murid penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut sebanyak 199.375 murid menempuh pendidikan di 60.910 satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif.
Namun kondisi di lapangan menunjukkan hanya sekitar 15 persen dari total satuan pendidikan tersebut yang memiliki guru pembimbing khusus.
Kekurangan guru pembimbing khusus tersebut dinilai menjadi hambatan dalam mewujudkan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh warga negara.
Dorong Sinergi Semua Pihak
Lestari Moerdijat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI menegaskan konsistensi pemerintah sangat diperlukan untuk menambah jumlah guru pembimbing khusus.
Politisi yang akrab disapa Rerie tersebut juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah memberikan pembekalan kepada para guru pada tahun ini agar memiliki kemampuan mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Rerie juga meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk bergotong royong mendukung percepatan pelaksanaan program peningkatan keterampilan guru.
Rerie menegaskan bahwa "Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar layanan pendidikan inklusif yang adil dan merata bagi setiap warga negara dapat segera diwujudkan".
Lestari Moerdijat merupakan politisi dari Fraksi Partai NasDem di DPR RI.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







