Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR Tegaskan Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza Bukan Kurangi Komitmen Perdamaian Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Tegaskan Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza Bukan Kurangi Komitmen Perdamaian Indonesia
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono saat diwawancarai di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (10/11/2025). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).)

Pantau - Komisi I DPR RI menyatakan penundaan pengiriman sekitar 8.000 pasukan Indonesia ke Gaza bukan berarti mengurangi komitmen terhadap perdamaian, melainkan langkah strategis yang dilakukan secara hati-hati.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting.

Ia mengatakan, "Keputusan ini harus dipahami sebagai langkah diplomatis yang realistis, bukan pengurangan komitmen,".

Menurutnya, penundaan tersebut bertujuan agar kontribusi Indonesia dapat lebih efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan risiko tambahan di lapangan.

Dave menjelaskan bahwa keputusan menunda pengiriman pasukan perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas.

Ia menyebut Indonesia sejak awal konsisten mendukung misi perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.

Setiap langkah, lanjutnya, harus mempertimbangkan situasi geopolitik, keamanan di lapangan, serta kesiapan logistik dan diplomasi.

Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitra internasional dalam menentukan langkah selanjutnya.

Dave menambahkan, "Sehingga ketika kondisi memungkinkan, kehadiran pasukan perdamaian Indonesia dapat memberikan dampak nyata bagi terciptanya keamanan dan stabilitas di Gaza,".

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah memutuskan menunda pengiriman pasukan untuk misi bersama International Stabilization Force.

Pasukan yang ditunda berjumlah sekitar 8.000 personel.

Ia menyatakan, "Semua di-hold. Di-hold,".

Penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan personel serta efektivitas misi perdamaian yang akan dijalankan.

Penulis :
Aditya Yohan