Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenhut Terapkan Zero Waste dan Zero Accident di Taman Nasional Selama Libur Lebaran 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenhut Terapkan Zero Waste dan Zero Accident di Taman Nasional Selama Libur Lebaran 2026
Foto: (Sumber : Ilustrasi: Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/HO-Kemenpar..)

Pantau - Kementerian Kehutanan memastikan pelayanan di Taman Nasional dan Taman Wisata Alam selama libur Lebaran 2026 menerapkan prinsip zero waste dan zero accident guna menjaga keselamatan pengunjung serta kelestarian lingkungan.

Direktur Jenderal KSDAE Kemenhut Satyawan Pudyatmoko menyatakan seluruh Unit Pelaksana Teknis telah diinstruksikan untuk meningkatkan pengamanan kawasan dan patroli rutin selama masa libur panjang.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kawasan hutan tetap terjaga di tengah lonjakan kunjungan wisatawan.

Satyawan menyatakan "Persiapan kami mengacu pada enam aspek utama, mulai dari pengaturan daya dukung daya tampung hingga penerapan pembayaran non-tunai (cashless payment). Kami ingin memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang lancar dan aman,".

Digitalisasi Layanan dan Pengendalian Pengunjung

Kementerian menerapkan penggunaan teknologi digital seperti sistem pemesanan online untuk mempercepat layanan di pintu masuk kawasan wisata.

Sistem tersebut juga bertujuan mengurangi kerumunan dan kepadatan pengunjung di lokasi wisata alam.

Satyawan menambahkan "Penggunaan teknologi digital seperti booking online, terbukti signifikan mempercepat layanan di pintu masuk dan mengurangi kerumunan/kepadatan pengunjung, sehingga prinsip zero accident, dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga sebagai prioritas utama kami,”.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri Kehutanan yang menekankan penerapan zero waste, zero accident, serta pengendalian jumlah pengunjung melalui sistem digital.

Lonjakan Kunjungan dan Imbauan Pengelolaan Sampah

Berdasarkan evaluasi libur Nyepi dan Lebaran 2025, tercatat sebanyak 421.683 wisatawan mengunjungi Taman Nasional dan Taman Wisata Alam.

Puncak kunjungan terjadi pada tiga hari setelah Lebaran dengan total Penerimaan Negara Bukan Pajak mencapai Rp15,8 miliar.

Aktivitas pendakian menjadi salah satu kegiatan favorit dengan destinasi seperti Gunung Leuser, Ciremai, Rinjani, dan Bukit Kaba.

Selain itu, kawasan konservasi juga menjadi pilihan untuk kegiatan halal bi halal keluarga karena menawarkan suasana alam terbuka sekaligus edukasi.

Pemerintah memberlakukan kebijakan operasional khusus selama libur Lebaran 2026 dengan membuka sebagian objek wisata dan menutup sebagian lainnya demi menjaga keberlanjutan lingkungan.

Informasi mengenai status operasional objek wisata disediakan melalui tautan resmi yang dapat diakses masyarakat.

Pengelola juga akan mengintensifkan patroli sampah untuk mendukung penerapan prinsip zero waste.

Pengunjung diimbau untuk disiplin membawa kembali sampah masing-masing serta mengikuti panduan keselamatan dari petugas di lapangan.

Imbauan tersebut bertujuan mewujudkan zero accident serta menciptakan wisata alam yang berkualitas dan berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan