
Pantau - Warga Muslim di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis 19 Maret 2026 dengan melaksanakan Shalat Id di Masjid Hasan Soleman sejak pagi hari.
Shalat Idul Fitri berlangsung khidmat dan diikuti ribuan jamaah mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Ibadah tersebut dimulai sekitar pukul 08.13 WIT dengan Imam Abdul Kadir Ollong, sementara khutbah disampaikan oleh Yusuf Lating.
Perayaan Lebaran di Hila tahun ini berlangsung lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah.
Hal ini disebabkan masyarakat setempat menggunakan perhitungan penanggalan sendiri yang diwariskan secara turun-temurun dan memulai puasa Ramadhan dua hari lebih awal.
Abdul Kadir Ollong menyatakan "Untuk penetapan 1 Ramadhan, kita mulai menghitung dari 1 Muharram 1447 Hijriah. Dan semua itu seirama sampai dengan 1 Syawal hari ini,".
Khutbah Soroti Moral dan Silaturahmi
Dalam khutbahnya, Yusuf Lating mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia menyoroti kondisi moral masyarakat yang dinilai mulai mengabaikan nilai-nilai agama.
“Krisis kita hari ini adalah krisis tidak takut kepada Allah SWT. Kita masih bertindak tanpa memikirkan dampaknya. Hal-hal negatif dianggap biasa. Mari kita ubah sikap ini dengan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak,” ujarnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjaga hubungan silaturahmi antarsesama.
“Memutus silaturahim tempatnya neraka. Hubungan yang baik akan menghapus dosa-dosa,” katanya menambahkan.
Tradisi dan Suasana Lebaran
Usai pelaksanaan Shalat Id, warga melanjutkan tradisi bersalam-salaman sebagai bentuk saling memaafkan.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di seluruh wilayah dengan warga saling berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat.
Pelaksanaan Idul Fitri di Hila berlangsung lancar dan penuh rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama 30 hari.
Selain Negeri Hila, beberapa wilayah lain di Kecamatan Leihitu seperti Negeri Wakal, Negeri Lima, dan Seith juga merayakan Lebaran pada hari yang sama.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








