Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Satu Penyintas Pembantaian Nanjing Wafat, Kini Tersisa 21 Saksi Hidup

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Satu Penyintas Pembantaian Nanjing Wafat, Kini Tersisa 21 Saksi Hidup
Foto: (Sumber : Satu lagi penyintas Pembantaian Nanjing wafat pada Rabu (18/3), sehingga jumlah penyintas yang masih hidup dan terdaftar kini tersisa 21 orang, menurut Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Satu lagi penyintas Pembantaian Nanjing, Guan Shunhua, meninggal dunia pada Rabu 18 Maret 2026 sehingga jumlah saksi hidup yang tersisa kini menjadi 21 orang.

Informasi tersebut disampaikan oleh Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang.

Guan Shunhua wafat pada usia 101 tahun dan diketahui lahir pada tahun 1925.

Pada tahun 1937, saat peristiwa terjadi, keluarganya sempat mengungsi ke Huaian yang berada di utara Nanjing, Provinsi Jiangsu.

Kisah Hidup di Tengah Tragedi

Keluarga Guan kemudian kembali ke Nanjing sebulan setelah pengungsian.

Mereka berlindung di zona pengungsi yang berada di Jalan Ninghai untuk menghindari kekerasan.

Dalam peristiwa tersebut, pamannya tewas dibunuh oleh pasukan Jepang di luar Gerbang Zhongshan.

Pembantaian Nanjing terjadi setelah pasukan Jepang merebut kota tersebut pada 13 Desember 1937.

Dalam kurun waktu enam pekan, sekitar 300.000 warga sipil dan tentara tak bersenjata China dibantai.

Upaya Pelestarian Sejarah

Peristiwa tersebut dikenal sebagai salah satu tragedi paling mengerikan dalam Perang Dunia II.

Jumlah penyintas yang masih hidup terus menurun dari tahun ke tahun.

Pemerintah China menetapkan 13 Desember sebagai hari peringatan nasional korban Pembantaian Nanjing sejak tahun 2014.

Kesaksian para penyintas telah direkam dalam bentuk transkrip tertulis dan video untuk menjaga ingatan sejarah.

Berbagai dokumen terkait tragedi ini juga telah dimasukkan ke dalam Daftar Memori Dunia oleh UNESCO pada tahun 2015.

Penulis :
Ahmad Yusuf