
Pantau - Penyintas banjir bandang di Jorong Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa material bencana menjelang Lebaran 2026.
Warga Bersihkan Rumah dan Halaman
Sejumlah warga pada Kamis (19/3/2026) terlihat melakukan pembersihan secara bertahap di bagian rumah dan halaman yang masih tertutup lumpur serta material longsor.
Salah satu warga, Maswar (64), mengatakan, "Mau Lebaran di sini, beramai-ramai di sini. kami bersihkan halaman dulu, sudah tiga hari ini," ungkapnya.
Ia menyebut warung miliknya habis tersapu banjir tanpa menyisakan barang dagangan, sementara empang kecilnya tertutup material longsor.
Maswar juga mengingat derasnya arus sungai yang membawa batu dan kayu besar dari jarak sekitar 200 meter dari rumahnya.
Bagian dalam rumahnya telah dibersihkan oleh relawan, sementara ia kini menyewa tenaga tambahan untuk mengangkat sisa tanah setinggi sekitar 10 sentimeter di halaman.
Ia berencana menggelar karpet dan mengadakan doa bersama keluarga di rumah saat Lebaran.
"Ibu mau di sini, ibu juga harus dijaga perasaan, masih trauma. Ibu stroke tangan sebelah kanan," tambahnya.
Kerusakan Rumah dan Upaya Pemulihan
Warga lain, Yeni (44), mengaku rumahnya mengalami kerusakan pada bagian depan akibat hantaman batang kayu saat banjir.
Ia tetap membersihkan rumah lamanya meski kini tinggal di hunian sementara.
“Bekas galodo dibersihkan kalau ada di rantau mau pulang, katanya mau pulang ke kampung, kita bersih-bersih. Nanti ada kue untuk dimakan sama sama. Kalau mau liat rumah huntara kita ajak, kan ibuk satu-satunya yang tinggal di kampung,” ucap Yeni.
Di sekitar lokasi, warga juga terlihat memperbaiki saluran air secara manual menggunakan cangkul untuk mencegah genangan saat hujan.
Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung yang melanda Agam pada akhir November 2025 mengakibatkan 165 orang meninggal dunia.
Korban tersebar di sejumlah kecamatan dengan jumlah terbesar di Palembayan sebanyak 136 orang.
Selain itu, sebanyak 3.246 jiwa terpaksa mengungsi ke fasilitas umum maupun rumah kerabat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








