
Pantau - Ratusan warga Jorong Labuah, Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat melaksanakan Shalat Idul Fitri di lapangan terbuka setelah masjid mereka hancur akibat bencana galodo pada Jumat pagi.
Warga tetap antusias mengikuti ibadah meski harus menghadapi keterbatasan fasilitas dan kondisi lingkungan yang masih dipenuhi material sisa bencana.
Shalat di Tengah Sisa Material Bencana
Lapangan yang digunakan merupakan area yang baru diratakan dengan bebatuan sisa galodo sekitar sepekan sebelum pelaksanaan Shalat Id.
Sejak pukul 07.00 WIB, warga berdatangan dengan berjalan kaki, bahkan harus melewati tumpukan batu dan jalur terjal.
Jamaah terdiri dari berbagai kalangan mulai dari balita hingga lansia yang tetap bersemangat merayakan hari kemenangan.
Di lokasi, alat berat masih terlihat berdampingan dengan area ibadah, menandakan proses pemulihan masih berlangsung.
Ibadah Tetap Khidmat Meski Serba Terbatas
Pelaksanaan shalat dilakukan dengan perlengkapan sederhana seperti terpal sebagai alas dan peneduh serta pengeras suara milik warga.
Kotak infak dan sedekah tetap disediakan dan diisi oleh jamaah meski dalam kondisi terdampak bencana.
Suasana haru terasa saat takbir berkumandang di area terbuka, mencerminkan keteguhan warga dalam menjalankan ibadah.
Berdasarkan data, sebanyak 272 bangunan di wilayah tersebut mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp98,7 miliar.
Sebagai tambahan, pelaksanaan Shalat Id berlangsung tertib dan khusyuk di tengah upaya pemulihan pascabencana yang masih terus berjalan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








