
Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan dan kelancaran pasokan BBM di Fuel Terminal Boyolali, Jawa Tengah, dalam pemantauan yang dilakukan pada Kamis 19 Maret 2026 menjelang arus mudik Idul Fitri 2026.
Kesiapan Distribusi dan Stok BBM
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan energi menghadapi lonjakan kebutuhan selama periode mudik dan libur Lebaran.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan, "Alhamdullilah semua stok BBM di FT Boyolali sangat cukup untuk memenuhi kegiatan masyarakat dalam melaksanakan mudik dan libur Lebaran tahun 2026, suplai BBM untuk jalur mudik dari Jawa Barat menuju Jawa tengah juga dipastikan aman."
Fuel Terminal Boyolali diketahui mendistribusikan BBM ke sekitar 300 SPBU di wilayah Ungaran, Klaten, Solo Raya, Pacitan, dan Ngawi.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, petugas disiagakan selama 24 jam penuh dengan dukungan 117 unit mobil tangki reguler dan 14 unit mobil tangki Power Take-Off (PTO).
Mobil tangki PTO tersebut difungsikan untuk melayani kebutuhan BBM di titik-titik kepadatan lalu lintas selama arus mudik.
Selain itu, FT Boyolali juga menyiagakan 59 unit mobil kantong, 13 titik SPBU modular, serta 21 motoris yang ditempatkan di jalur tol, non-tol, kawasan wisata, dan jalur Pantura.
Wahyudi menegaskan, "Meski terjadi lonjakan, seluruh pasokan BBM tetap dalam kondisi aman dan terkendali."
Selama periode mudik, konsumsi energi tercatat meningkat dengan gasoil naik 9 persen, gasoline 17 persen, LPG 14,7 persen, dan Avtur 33 persen.
Monitoring SPBU dan Lonjakan Konsumsi
BPH Migas juga melakukan monitoring langsung ke sejumlah SPBU di Boyolali dan Solo untuk memastikan ketersediaan BBM dan kualitas layanan.
Salah satu SPBU yang ditinjau berada di jalur alternatif Boyolali–Klaten dengan pengecekan menggunakan sistem Automatic Tank Gauging.
Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan penyaluran BBM sebesar 12 persen yang dipicu oleh tingginya kendaraan niaga dan bus antar kota antar provinsi.
Wahyudi menyampaikan, "Meski begitu, bagi pemudik yang melewati SPBU ini tidak perlu khawatir karena stok di sini berada pada posisi 80 persen sampai 90 persen dari kapasitas, Jadi kita pastikan untuk layanan masyarakat Insya Allah dijamin aman."
Pemantauan kemudian dilanjutkan ke Kota Solo tepatnya di Jalan Raya Semarang–Solo yang menjadi pusat perlintasan pemudik.
Wahyudi menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan untuk menjamin ketersediaan energi saat puncak arus mudik serta memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan transparan.
Ia menambahkan, "Alhamdulillah stok BBM di tangki timbun rata-rata 60-70 persen dari kapasitas tangki dan Suplai BBM akan dikirim pada sore ini sehingga tidak akan ada terjadinya penurunan stok."
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Fanda Chrismianto menyatakan distribusi BBM selama Idul Fitri 2026 berjalan lancar melalui koordinasi intensif dengan kepolisian, pengelola jalan tol, dan pemerintah daerah.
Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan cepat dan tepat apabila terjadi gangguan operasional di lapangan.
- Penulis :
- Arian Mesa








