Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

PDI Perjuangan Tegaskan Idul Fitri Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PDI Perjuangan Tegaskan Idul Fitri Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan Nasional
Foto: (Sumber : Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (dua kiri) saat melakukan pertemuan dengan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (ANTARA FOTO/BPMI Setpres/hma/wsj))

Pantau - PDI Perjuangan menyatakan Idul Fitri menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan nasional melalui sikap saling memaafkan.

Pesan Megawati tentang Persaudaraan

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto menyampaikan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terkait makna Idul Fitri bagi bangsa.

"Idul Fitri menjadi momentum yang sangat penting untuk mewujudkan persaudaraan nasional melalui sikap hidup saling maaf memaafkan. Terlebih setelah selama satu bulan penuh, menggembleng jiwa dan raga dengan berpuasa," ungkap Hasto.

Ia menambahkan bahwa semangat saling memaafkan dapat menghadirkan energi positif untuk membangun bangsa.

"Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kemenangan di hari yang fitri ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan semangat baru untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara," katanya.

Tradisi Lebaran Tanpa Open House

Hasto menjelaskan bahwa Megawati merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan sahabat terdekat tanpa menggelar open house.

"Sebagai tradisi yang selalu dijaga, Ibu Megawati merayakan Idul Fitri dalam suasana kekeluargaan, penuh kehangatan dan kebersamaan bersama keluarga besar serta sahabat-sahabatnya dengan menu Lebaran khas Nusantara. Jadi, tidak ada open house. Beliau meneruskan tradisi, berhalal bihalal, merayakan Lebaran bersama keluarga dan para sahabat," ujarnya.

PDI Perjuangan menilai perayaan Idul Fitri dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan